Lebih 111 Mesin Parkir Meter di DKI Habis Masa Kontrak

111 mesin parkir meter atau terminal parkir elektronik (TPE) di DKI Jakarta sudah mencapai akhir masa kontrak pada 4 Desember 2017.
Nirmala Aninda | 07 Desember 2017 17:42 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- 111 mesin parkir meter atau terminal parkir elektronik (TPE) di DKI Jakarta sudah mencapai akhir masa kontrak pada 4 Desember 2017.

TPE tersebut merupakan hasil kerjasama pengadaan mesin parkir meter antara Dinas Perhubungan DKI Jakarta dengan PT Mata Biru.

Tiodor Sianturi, Kepala UP Perparkiran Dishub DKI Jakarta, mengatakan TPE yang habis kontraknya terletak di ruas Jalan Falatehan (11 unit), Jalan H. Agus Salim kawasan Jajanan Sabang (11 unit), dan di sepanjang Jalan Boulevard Kelapa Gading (89 unit).

\"Kita sedang lakukan tender terbuka untuk pengelolaan selanjutnya. Siapa saja silahkan asal sesuai dengan dokumen tender,\" ujarnya saat dihubungi, Kamis (7/12/2017).

Dia melanjutkan bahwa penghentian kerjasama dengan PT Mata Biru bukan bentuk pemutusan kontrak hanya saja perpanjangan kontrak tidak diperkenankan dalam aturan terkait kerjasama operator.

\"Secara aturan kita akan mencari operator yang berkontribusi lebih baik dalam pelayanan dan pendapatan,\" katanya.

Pemilahan opsi operator pengadaan TPE ditargetkan selesai pada Januari 2018.

Selama periode tersebut, pelayanan parkir akan dilakukan secara manual dengan menggunakan sumber daya juru parkir.

Jumlah juru parkir yang saat ini bertugas antara lain 31 orang di kawasan Sabang, 31 orang di Jalan Falatehan, dan 111 petugas di Kelapa Gading.

Sebelumnya skema kerjasama yang dilakukan antara UP Perparkiran dengan PT Mata Biru melalui pengelolaan parkir dengan TPE adalah sistem bagi hasil dengan presentase 30:70.

\"Kita harap jukir aktif memberikan karcis karena akan berpengaruh terhadap pendapatan mereka,\"katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh UP Perparkiran, pendapatan parkir mengalami penurunan pada 2017.

Di 2016 pendapatan parkir dari TPE mencapai Rp6,9 miliar sehingga mereka menetapkan target pendapatan pada 2017 sebesar Rp8 miliar.

Namun hingga Oktober 2017 Tiodor mengakui pendapatan parkir baru mencapai Rp4,3 miliar.

\"Kemungkinan tidak tercapai,\" katanya.

Tag : parkir meter
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top