Pasar Rakyat Bersubsidi di DKI Bertambah

Empat pasar rakyat yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan PD Pasar Jaya hari ini menerapkan sistem sewa bersubsidi sebagai bagian dari program revitalisasi pasar rakyat.
Nirmala Aninda | 29 Desember 2017 19:00 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (tengah) bersama Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah ( kiri), dan Direktur PT Mikrobisnis Debbie Sianturi membayar menggunakan Snap QR Code dari TCASH, di pasar rakyat Mayestik, Jakarta, Selasa (19/12). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Empat pasar rakyat yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan PD Pasar Jaya hari ini menerapkan sistem sewa bersubsidi sebagai bagian dari program revitalisasi pasar rakyat.

Keempat pasar tersebut antara lain Pasar Sinar di Koja, Pasar Bidadari di Kayu Putih, Pasar Cawang Kavling di Cawang Baru Utara, dan Pasar Karet Belakang (Karbela) di Karet, Setiabudi.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan pasar rakyat bersubsidi tersebut memberikan gratis sewa kios dan los selama tiga tahun.

"[sewa] bisa ditambah ketika pedagangnya masih memerlukan proses inkubasi. Ini sudah kemudian masuk dalam ketentuan kami," ujarnya saat meresmikan empat pasar rakyat secara simbolis di Pasar Senen, Jumat (29/12/2017).

Selama 2017 ini PD Pasar Jaya menargetkan 16 pasar rakyat selesai direvitalisasi dilanjutkan dengan pengerjaan lainnya sehingga diperkirakan akan ada 35 pasar rakyat di DKI.

Untuk saat ini ada tujuh pasar rakyat bersubsidi yang sudah beroperasi yaitu, Pasar Manggis, Pasar Pesanggrahan, Pasar Kampung Duri, Pasar Kebon Bawang, Pasar Nangka Bungur, Pasar Walang Baru dan Pasar Pelita.

Arief menjelaskan bahwa dengan revitalisasi pasar, diharapkan ada peningkatan pelayanan karena semakin ketatnya persaingan dengan munculnya sejumlah pasar modern lainnya.

Meski demikian Arief yakin bahwa karakteristik khas pasar tradisional yang tidak dapat ditemukan di pasar modern masih menjadi idaman seluruh masyarakat.

"Kami pastikan seluruh kualitas barang yang dijual harus baik. Kita juga sediakan timmbangan bagi pembeli untuk mengecek sendiri berat barang yang dibeli," katanya.

Pembangunan revitalisasi keempat pasar ini memakan waktu hampir satu tahun sejak Januari 2017.

Keempat pasar bersubsidi ini, tambahnya, dibangun dengan menggunakan penanaman modal daerah provinsi DKI Jakarta pada 2016 dan 2016 sehingga pedagang hanya akan dikenakan biaya operasional bulanan melalui sistem Cash Management System (CMS) melalui Bank DKI.

Pasar Sinai dibangun di atas lahan seluas 1.860 meter persegi dengan luas bangunan 1.496 meter persegi yang menampung 153 unit tempat usaha yang sudah termasuk 148 unit usaha eksisting.

Pasar Bidadari dibangun di atas lahan seluas 3.004 meter persegi dengan luas bangunan 2.553 meter persegi dan tersedia 146 unit tempat usaha, 89 unit diantaranya adalah usaha eksisting.

Pasar Cawang Kavling berdiri di lahan seluas 2.754 meter persegi dengan luas bangunan 2.255 meter persegi dan tempat usaha yang tersedia sebanyak 306 unit, 304 unit diantaranya merupakan usaha eksisting.

Sedangkan untuk Pasar Karet Belakang (Karbela), dibangun di atas lahan seluas 2.868 meter persegi dengan luas bangunan 2.438 meter persegi dan tersedia 372 unit tempat usaha yang diantaranya adalah 369 usaha eksisting.

Selain keempat pasar rakyat tersebut, Pasar Senen Blok III yang hangus terbakar pada April 2014 silam juga secara resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pengerjaan renovasi yang dimulai pada Agustus 2014 lalu memakan dana Rp300 miliar dan waktu pengerjaan sekitar dua tahun.

Pembangunan Pasar Senen Blok III dilaksanakan di atas lahan seluas 17.086 meter persegi dengan luas bangunan 13.852 meter persegi.

Bangunan yang terdiri dari tujuh lantai tersebut terdiri dari 385 unit tempat usaha di lantai semi basement los, 553 unit kios di lantai semi basement kios, 777 unit kios di lantai dasar, 806 unit kios di lantai satu, 807 unit kios di lantai dua, dan 203 unit kios di lantai tiga.

Sedangkan di lantai lima dan enam disediakan sarana ibadah dan ruang mechanical engineering (ME) serta tersedia pula 340 parking space di area pasar.

Harga sewa kios di Pasar Senen Blok III berkisar dari Rp55.000 hingga Rp80.000 per meter persegi.

Sebagai bentuk antisipasi dan proteksi dari bencana, Pasar Senen Blok III sudah dilengkapi dengan standar pembangunan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan disediakannya fire sprinklers, hydrant, CCTV, dan lainnya.

Ke depannya seluruh pasar akan dibangun dengan mengutamakan aspek kenyamanan berbelanja serta meningkatkan keamanan agar mampu bersaing dengan pasar modern atau supermarket.

"Tahun depan pembangunan pasar tidak hanya fisik pasarnya namun akan kita bangun secara mix use dan [terhubung dengan] transit oriented development (TOD)," tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dengan dibangunnya revitalisasi pasar, tantangan selanjutnya adalah upaya mempertahankan agar pasar tetap nyaman.

Selain itu, dia juga mengatakan agar seluruh pasar di DKI dapat beroperasi secara efisien.

"Biaya pengelolaan [yang ditarik] dari pedagang itu murah, sehingga harga jual untuk warga bisa rendah. Saya berharap nanti kebijakan dan aturan dibuat berpihak kepada rakyat kebanyakan," tuturnya.

Dia menjanjikan setiap pasar di DKI diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan kegiatan jual beli dengan mempertimbangkan kapasitas pasar dan aspek kenyamanan.

"Semua yang ingin berdagang difasilitasi, tentunya dengan mempertimbangkan ketersediaan tempat, ketertiban dan kenyamanan. Intinya adalah kita ingin mereka yang menjadi pedagang bisa terfasilitasi," ujarnya.

Tag : pemprov dki, pasar rakyat
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top