ASIAN GAMES 2018: Tiru Tokyo, Sandi Bakal Atur Jam Masuk Kantor di Jakarta

Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Pemprov DKI tak hanya bertugas untuk membangun atau menyiapkan sarana dan prasarana, seperti arena (venue) olah raga dan moda transportasi untuk mengantarkan para atlet dan wisatawan ke destinasi tujuan.
Feni Freycinetia Fitriani | 26 Februari 2018 17:37 WIB
Wapres Jusuf Kalla menyaksikan penandantangan enam BUMN sponsori Asian Games 2018, Rabu (25/10/2017) di Jakarta. - Bisnis.com/Irene Agustine

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Pemprov DKI tak hanya bertugas untuk membangun atau menyiapkan sarana dan prasarana, seperti arena (venue) olah raga dan moda transportasi untuk mengantarkan para atlet dan wisatawan ke destinasi tujuan.

Lebih dari itu, pemerintah juga bertanggung jawab untuk memastikan arus lalu-lintas tidak mengganggu waktu tempuh yang dilalui para atlet dari tempat menginap menuju venue atau tempat pertandingan yang ditetapkan Organizing Committee of Asia (OCA) atau Komite Asian Games tak boleh lebih dari 34 menit.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan siasat untuk mengurai kemacetan menjadi hal yang harus dibereskan oleh pemerintah. Dia pun bertemu dengan Direktur Transportasi Divisi Venue Biro Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020 Yuichi Matsumoto untuk membahas solusi kemacetan jelang event olah raga.

"Di Tokyo, mereka mendapat dukungan dari dunia usaha. Banyak kantor di Tokyo meliburkan diri tanpa ada insentif. Kami ingin sukseskan ini juga di Jakarta," katanya di Balai Kota DKI, Senin (262/2018).

Meski demikian, dia tak menampik opsi untuk benar-benar meliburkan kantor di Jakarta kemungkinan akan sulit diterapkan. Pasalnya, hal itu menyangkut keberlangsungan (sustainability) bisnis masing-masing perusahaan dan perekonomian Ibu Kota pada umumnya.

Untuk itu, jalan tengah yang ditawarkan yaitu dengan mempercepat waktu masuk kantor. Jika biasanya perkantoran buka pukul 09.00 wib, maka Sandi menawarkan jam kantor dimajukan menjadi pukul 06.00 wib-07.00 wib.

"Kami memohon kepada pelaku usaha yang menyedot begitu banyak karyawan untuk berkoordinasi dengan kami. Kira-kira jam kerja kapan? Moda transportasi yang digunakan apa? Tujuannya mengurai kemacetan kok," ucapnya.

Selain itu, dia juga memiliki ide untuk memaksimalkan stasiun kereta, misalnya Palmerah, sebagai lokasi transit para pekerja yang tinggal di pinggiran Jakarta untuk menuju kantornya.

Di sana, akan ditambahkan lebih banyak armada Transjakarta berupa shuttle bus yang akan mengantar penumpang ke kantor yang berada di pusat Ibu Kota.

"Ide ini akan kami koordinasikan dalam beberapa minggu ke depan dengan pelaku usaha yang ada di Jakarta," imbuhnya.

Seperti diketahui, Sandi dan tim Pemprov DKI melakukan kunjungan kerja ke Jepang pekan lalu. Selain membahas soal hubungan bilateral, dia juga bertemu dengan Direktur Transportasi Divisi Venue Biro Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020 Yuichi Matsumoto.

Dalam pertemuan tersebut, Biro Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020 memaparkan persiapan-persiapan yang dilakukan oleh pemerintah Negeri Sakura untuk menyambut atlet dan wisatawan jelang event olah raga terbesar di dunia.

Beberapa solusi yang dilakukan a.l. mengurangi jumlah kendaraan, mengatur kendaraan masuk tol, menganalisis jumlah dan alur kendaraan, serta memaksimalkan transportasi umum.

Tag : Asian Games 2018
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top