Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sandiaga: PKL Melawai Dibutuhkan Warga, Tak Ganggu Pejalan Kaki

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar Jalan Melawai, Jakarta Selatan, hadir karena diperlukan warga di sekitarnya.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 01 Maret 2018  |  14:15 WIB
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar Jalan Jati Baru, kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (2/5). - Antara
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar Jalan Jati Baru, kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (2/5). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar Jalan Melawai, Jakarta Selatan, hadir karena diperlukan warga di sekitarnya.

"PKL hadir di situ karena diperlukan masyarakat sekitar, termasuk karyawan di gedung-gedung tersebut. Karyawan gedung PLN kemarin secara volunteer datang ke saya bilang bahwa mereka membutuhkan makan pagi dan siang di sini," ungkapnya pada Kamis (1/3/2018).

Dia mengemukakan mulai saat ini 75 orang dari pedagang kecil mandiri tersebut akan didaftarkan agar bisa tergabung dalam program OK-OCE di Kecamatan Kebayoran Baru. Oleh karena masyarakat mendukung kehadiran lapak-lapak PKL, dia akan mempertimbangkan hal itu.

"Nah, pemerintah harus mencari balancing [keseimbangan] bagaimana bisa mengelola teman-teman tersebut," tuturnya.

Sandi juga mengutarakan keberadaan lapak PKL tidak menganggu pejalan kaki. Pasalnya, trotoar tersebut bukan arteri untuk pejalan kaki.

"Saya tanya ke pejalan kaki, mereka bilang justru perlu ini. Trotoar itu memang harus menjadi fungsinya untuk pejalan kaki, tetapi kami harus carikan jalan supaya ada sedikit ruang mereka," ucapnya.

Sebelumnya, Sandi menegaskan PKL yang berjualan di trotoar Jalan Melawai melanggar peraturan daerah. Namun, dia akan menggunakan hak diskresi untuk tetap memperbolehkan mereka berjualan.

"Ada diskresi yang harus kami buat karena ini ada 75 lapangan kerja, [jika] dikali dua, paling tidak ada 150 lapangan kerja yang kami ingin selamatkan di sini," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pkl
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top