Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bom Waktu Pencemaran Plastik di Teluk Jakarta

Perlu pemikiran untuk mendapatkan solusi yang menyeluruh atas pencemaran plastik di Teluk Jakarta agar tidak menjadi bom waktu berupa bencana ekologi pada kemudian hari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Maret 2018  |  13:22 WIB
Bom Waktu Pencemaran Plastik di Teluk Jakarta
Teluk Jakarta - wikipedia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perlu pemikiran untuk mendapatkan solusi yang menyeluruh atas pencemaran plastik di Teluk Jakarta agar tidak menjadi bom waktu berupa bencana ekologi pada kemudian hari.

"Pandangan kita pada 2030 adalah Teluk Jakarta bersih, jernih dan menjadi sumber air tawar. Persoalan Teluk Jakarta bukan hanya reklamasi," kata mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim dalam acara diskusi di Balai Sidang Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Menurut Emil berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan membangun waduk lepas pantai, membersihkan 13 sungai, dan mengelola sampah terutama plastik, dengan baik.

Emil mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia, setelah China, sehingga kerap terlihat kotoran plastik mengalir di berbagai kawasan perairan di Tanah Air.

Emil memuji program yang diproklamasikan dua tahun lalu oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait pengenaan "fee" terhadap penggunaan plastik di berbagai supermarket dan hipermarket.

"Kalau plastik menjadi soal, maka lekatkan plastik itu terhadap kemampuan menghasilkan ekonomi. Kita jadikan plastik itu sumber pendapatan atau sumber uang," ucapnya.

Dengan demikian, menurut dia, maka inti pokoknya adalah jangan sampai plastik masuk ke dalam sungai atau kawasan perairan lainnya, dan harus berada di luar alam sebagai bagian dari daur ulang.

Emil juga menegaskan pentingnya ada gerakan dari bawah dari akar masyarakat yang juga didukung beragam komunitas untuk benar-benar membersihkan kawasan Teluk Jakarta dari limbah.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kondisi biomassa kelautan di kawasan perairan nasional naik signifikan setelah kebijakan pemerintah yang mengeluarkan kapal ikan asing dari dalam negeri.

"Biomassa di laut naik 300 persen. Produksi perikanan tangkap naik dan ditangkap kapal Indonesia karena kapal asing sudah keluar semua dari kawasan perairan Indonesia," kata Susi Pudjiastuti di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Menurut dia, setelah adanya kebijakan moratorium perizinan kapal ikan eks-asing telah lebih dari 7.000 kapal pergi dari negara Indonesia.

Susi berpendapat salah satu kebijakan yang keliru di masa lalu adalah dibukanya perizinan bagi kapal-kapal asing untuk membeli konsesi menangkap ikan di kawasan perairan Republik Indonesia.

Ia menyatakan aksi pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal bukan hanya penting sebagai bentuk penegakan hukum dan kedaulatan negara, tetapi juga menguntungkan negara secara ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nasib Reklamasi Teluk Jakarta

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top