Kajian Penjualan Saham Delta Djakarta Belum Tuntas

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menunggu hasil kajian terhadap rencana penjualan saham PT Delta Djakarta Tbk.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 18 April 2018 01:19 WIB
PT Delta Djakarta Tbk., - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menunggu hasil kajian terhadap rencana penjualan saham PT Delta Djakarta Tbk.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan  pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih mempertimbangkan berbagai potensi dan risiko yang terjadi jika saham PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) jadi dijual.

Hal ini menjadi penting agar rencana penjualan dari emiten yang memproduksi minuman berupa bir ini tidak menggangu perekonomian atau keuangan Pemprov DKI.

"Beberapa penasehat keuangan [dan] penasehat strategi investasi yang sudah menyampaikan proposalnya. Jadi kami sekarang lagi kaji," kata Sandi, Selasa (17/4/2018).

Selain itu, dia menambahkan karena Delta ini adalah perusahaan terbuka maka Pemprov DKI akan terus melakukan komunikasi dengan pihak seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan, jalinan komunikasi Pemprov DKI dengan mitra bisnisnya San Miguel asal Filipina tetap terjaga baik.

"Perintah dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah jelas. Bahwa kita ingin investasi yang dirasakan oleh hajat hidup orang banyak dan untuk kemaslahatan masyarakat. Kita lagi hitung bagaimana prosesnya ini bisa lebih transparan ke depan dengan konsep good corporate governance," imbuhnya.

Berdasarkan laporan keuangan DLTA, porsi saham yang dimiliki Pemprov DKI mencapai 26,25%. Nilai itu yang merupakan gabungan antara 23,34% saham Pemprov DKI dan 2,91% milik Badan Pengelola Investasi dan Penyertaan Modal Jakarta.

Sepanjang 2017, DLTA berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 279,7 miliar. Angka itu naik 10,25% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebesar Rp253,7 miliar.

DLTA mencatat, penjualan bersih perusahaan terkerek dari Rp774,9 miliar menjadi Rp 777,3 miliar. Meski demikian, beban pokok penjualan berhasil ditekan dari Rp234,08 miliar menjadi Rp203,03 miliar. Adapun, jumlah aset DLTA naik dari Rp1,19 triliun di akhir 2016 menjadi Rp1,34 hingga akhir tahun lalu.

Sebelumnya, Anggota komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI, Prabowo Soenirman mengatakan, bahwa pelepasan saham Delta oleh Pemprov DKI harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari DPRD. Hal ini karena Pemprov DKI saat ini belum memberikan laporan perusahaan bir tersebut ke DPRD.

"Pembahasannya harus [dibahas dalam sidang paripurna]. Sejauh ini belum ada pembahasan," kata Prabowo pada beberapa waktu lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Delta Jakarta

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top