Penataan Tanah Abang Tahap II: Ini Strategi Pemprov DKI Sebelum Bangun Sky Bridge

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pemerintah Ibu Kota siap mengeksekusi kebijakan penataan kawasan Tanah Abang tahap II.
Feni Freycinetia Fitriani | 20 April 2018 00:50 WIB
Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. - Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pemerintah Ibu Kota siap mengeksekusi kebijakan penataan kawasan Tanah Abang tahap II.

Salah satu caranya yaitu membangun jembatan atau sky bridge yang akan menghubungkan Stasiun Tanah Abang dengan Pasar Tanah Abang.

"[Anggarannya] Rp50 miliar kira-kira plus minus. Mudah-mudahan bisa dibangun sebelum Ramadan," katanya di Balai Kota DKI, Kamis (19/4/2018).

Dia memaparkan ada beberapa langkah atau strategi yang bakal dilakukan Pemprov DKI sebelum mengeksekusi penataan Tanah Abang tahap II. Pertama, pemerintah akan memindahkan pedagang kaki lima (PKL) yang saat ini berjualan di Blok G dan Jalan Jatibaru Raya ke area penampungan.

Sandi mengestimasi jumlah pedagang akan akan direlokasi berkisar 700-800 orang dimana 360 orang merupakan pedagang eksisting di Blok G dan 400 di tenda PKL Jalan Jatibaru Raya.

"Semua pedagang di Blok G akan direlokasi ke tempat penampungan sementara. Di sisi lain, Pasar Jaya akan merevitalisasi Blok G. Ini dilakukan secara bersamaan atau paralel," jelasnya.

Setelah itu, Pemprov DKI akan merilis desain sky bridge secara detail kepada masyarakat. Selanjutnya, para PKL yang telah memiliki kios di Jalan Jatibaru Raya juga akan direlokasi ke lahan alternatif.

Meski demikian, Sandi belum bisa memaparkan lokasi sementara untuk PKL Jatibaru karena tengah difinalisasi oleh PD Pembangunan Sarana Jaya.

"Detailnya nanti pas launching. Intinya, kami ingin ada integrasi antarmoda transportasi. sky bridge juga dibangun untuk memudahkan pejalan kaki sekaligus menyediakan spot-spot baru untuk pedagang, misalnya jual makanan dan minuman," ungkapnya.

Setelah tahapan tersebut rampung, Pemprov DKI menyiapkan strategi jangka panjang yaitu membangun kawasan transit terintegrasi atau transit oriented development (TOD) di Tanah Abang. Nantinya pemerintah akan menugaskan PD Pembangunan Sarana Jaya menggarap TOD Tanah Abang seluas 13,3 hektare dengan pendekatan kemitraan.

"Kami harapkan Sarana Jaya menjadi leading sector, tetapi perlu melalui beberapa proses. Pak Gamal [Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan Gamal Sinurat] juga akan membantu," ujar Sandi.

Pertama, blok g dipindahkan dulu ke tempat penampungan sementara . Blok G di revitalisasi. Bersamaan nih ya. Secara pararel. Lalu skybridge kita launching lalu pedagang yg di jati baru dialokasikan di lahan alternatif. Sekarang lahannya sedang di finalisasikan dengan sarana jaya adalah lahannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanah abang

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top