Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dharma Jaya Siap Distribusikan 600 Ton Daging Selama Puasa-Lebaran

PD Dharma Jaya siap mendistribusikan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan warga selama Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 24 April 2018  |  16:02 WIB
Dharma Jaya Siap Distribusikan 600 Ton Daging Selama Puasa-Lebaran
Ilustrasi: Pedagang memotong daging sapi. - Antara/Aguk Sudarmojo

Bisnis.com, JAKARTA – PD Dharma Jaya siap mendistribusikan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan warga selama Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Senior Manager PD Dharma Jaya Juned mengatakan perusahaan memiliki stok daging baik segar ataupun beku.

"Stok saat ini dengan sesuai kontrak pengadaan [daging beku] impor dari Australia dan Selandia Baru sebanyak 600 ton," ungkapnya seusai melakukan High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Balai Kota Jakarta pada Selasa (24/4/2018).

Selain daging impor, BUND Pemprov DKI itu juga menyimpan stok sapi lokal dari Nusa Tenggara Timur yang diangkut menggunakan kapal ternak.

Bukan itu saja, untuk memenuhi kebutuhan sapi potong, Juned menuturkan pihaknya menjalin kerja sama dengan dua perusahaan feed looter. Dengan demikian, saat ini ada tujuh perusahaan supply chain yang memasok ke rumah potong hewan (RPH) Dharma Jaya di Cakung, Jakarta Timur.

"Pasokan daging sapi tersebut akan kami distribusikan untuk masyarakat Jakarta, khususnya penerima Kartu Jakarta Pintar," ucapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pasokan kebutuhan bahan pokok di Ibu Kota jelang puasa-Lebaran terkendali.

“Kami ingin pastikan bahwa suplai kebutuhan pokok di Jakarta terjamin, terutama saat Ramadan dan Idulfitri,” kata Anies.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stok pangan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top