Ekspor Produk DKI Jakarta Naik 17,94% pada Maret 2018

Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor barang-barang produksi dari DKI Jakarta pada Maret 2018 mencapai US$897,93 juta.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 02 Mei 2018 23:47 WIB
Petugas memantau pemindahan kontainer ke atas kapal di New Priok Container Terminal One (NPCT 1), Jakarta, Senin (12/3/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor barang-barang produksi dari DKI Jakarta pada Maret 2018 mencapai US$897,93 juta.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, nilai ekspor pada Maret tahun ini mencapai US$897,93 juta atau naik 17,94% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$761,37 juta. Secara year-on-year (yoy), terjadi pertumbuhan 11,65% dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Sementara itu, nilai total ekspor produk yang melalui Jakarta pada Maret tahun ini mencapai US$4,73 miliar. Dengan demikian, kontribusi nilai ekspor produk asal Jakarta dibandingkan dengan total barang ekspor melalui ibu kota mencapai 18,96%. 

Kepala BPS DKI Jakarta Thoman Pardosi mengatakan ekspor produk DKI Jakarta berpengaruh langsung terhadap perekonomian ibu kota. Hal ini karena komoditas ekspor tersebut dihasilkan oleh pelaku bisnis yang berdomisili di DKI Jakarta, sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatan kesejahteraan.

”Pada Maret 2018, kinerja ekspor Jakarta cukup bagus, migas dan non migas semuanya naik. Untuk migas, komoditas yang paling tinggi kenaikannya adalah ekspor gas alam cair ke Jepang dan minyak pelumas ke China. Sementara itu, komoditi non migas yang nilainya paling baik yaitu ekspor kendaraan dan bagiannya ke Filipina, Jepang, dan Malaysia," paparnya, Rabu (2/5/2018).

Thoman menjelaskan ada 162 negara yang menjadi tujuan ekspor dari berbagai produk DKI Jakarta. Namun, hanya lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor barang dari DKI Jakarta yakni Singapura, AS, China, Filipina, dan Malaysia. 

Nilai ekspor ke Singapura tercatat sebesar US$137,35 juta, AS sekitar US$85,82 juta, China US$81,98 juta, Filipina US$77,39 juta, dan Malaysia US$70,38 juta. Kontribusi kelima negara tersebut terhadap jumlah ekspor keseluruhan mencapai sebesar 50,44%. 

Selain itu, BPS DKI menyebutkan produk impor yang masuk Jakarta pada Maret 2018 turun 0,77% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Barang konsumsi impor turun 8,03% dan barang modal turun 0,87%, sedangkan impor bahan baku dan penolong naik 0,41%.

Tag : ekspor, dki jakarta
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top