Sandiaga Uno Keluarkan Instruksi Perayaan Takbiran

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang warga Ibu Kota untuk merayakan takbiran secara ugal-ugalan.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 11 Juni 2018 20:52 WIB
Penjual beduk dadakan menjelang malam takbiran Idulfitri di Jakarta. - Bisnis/Sholahuddin Al Ayubi

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang warga Ibu Kota untuk merayakan takbiran secara ugal-ugalan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menginstruksikan agar perayaan malam takbir tidak terpusat di Monumen Nasional (Monas). Hal ini untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi akibat dari perayaan tersebut. Selain itu, keberadaan Monas kini hanya untuk berbagai perayaan yang fokus kepada sektor pariwisata, olahraga, dan kebudayaan.

Dengan demikian, malam takbir ini akan dipecah di lima wilayah di DKI Jakarta. "Menginstruksikan bukan mengimbau, kepada yang ingin melakukan konvoi untuk berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan pengawalan dan diberikan jalurnya sehingga tidak menimbulkan gangguan ketertiban kepada masyarakat," kata Sandi, Senin (11/6/2018).

Perizinan dan pengawalan ini bertujuan agar tidak terjadi aksi vandal, tawuran, dan kegiatan yang mengganggu kenyamanan warga Ibu Kota. Akan tetapi, dia menambahkan belum menentukan tempat berkumpul ataupun jalur dari perayaan takbir ini.

"Itu yang ingin saya sampaikan bahwa ada 5 titik, nanti kita akan korrdinasi," ujarnya.

Menurutnya, intruksi ini belajar dari pengalaman pada perayaan sahur on the road (SOTR) yang terjadi pada beberapa waktu lalu. "Malah [SOTR] kok ada tawuran, tusuk-tusukan, itu yang saya sangat sayangkan di sini," ungkapnya.
 

Tag : malam takbiran
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top