Inflasi di DKI Selama Puasa-Lebaran Terkendali

Bank Indonesia menilai perkembangan harga-harga di Ibukota pada Juni 2018 terkendali. Hal ini ditunjukkan oleh inflasi bulan Juni yang hanya sebesar 0,48% (mtm).
Feni Freycinetia Fitriani | 02 Juli 2018 17:05 WIB
Kebutuhan pokok di pasar tradisional. - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia menilai perkembangan harga-harga di Ibu Kota pada Juni 2018 terkendali. Hal ini ditunjukkan oleh inflasi bulan Juni yang hanya sebesar 0,48% (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta mengatakan terkendalinya inflasi DKI Jakarta juga tercermin dari pencapaian yang lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 0,59% [mtm].

Dengan perkembangan ini laju inflasi sejak awal tahun 2018 mencapai 1,90% [ytd], atau 3,31% [yoy].

"Inflasi Juni sebesar 0,48% [mtm] lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata historis inflasi bulan Idulfitri dalam tiga tahun terakhir, yaitu 0,69% [mtm]," katanya seperti dikutip dalam siaran pers, Senin (2/7/2018).

Dia menuturkan inflasi kelompok volatile food, yang kerap bergejolak pada bulan Idulfitri, saat ini menunjukkan pergerakan yang stabil. Komoditas beras masih menunjukkan penurunan harga sebesar 1,16% (mtm) seiring dengan pasokan yang berlimpah.

Kelompok daging dan hasil-hasilnya, harga daging ayam ras dan daging sapi cukup terkendali, dan tercatat masing-masing naik sebesar 1,30% (mtm) dan 0,93% (mtm). Pada 3 tahun sebelumnya, harga kedua komoditas ini kerap bergejolak, dan bisa mencapai 3,01% (mtm) dan 2,02% (mtm).

"Secara keseluruhan, pencapaian inflasi bahan makanan pada Juni 2018 sebesar 0,76% [mtm], lebih terkendali dibandingkan dengan inflasinya pada bulan Idul Fitri dalam 3 tahun terakhir, yang mencapai rata-rata 1,36% [mtm]," jelasnya.

Sejalan dengan kelompok volatile food, kelompok administered prices juga mengalami pergerakan yang cukup stabil. permintaan jasa transportasi pada masa libur Idul Fitri, terutama pada moda angkutan udara dan antarkota tercatat relatif terkendali.

Angkutan udara, mengalami kenaikan sebesar 10.71% (mtm), relatif lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun sebelumnya (15,93% mtm). Hal tersebut juga memengaruhi kenaikan tarif angkutan antarkota yang tercatat sebesar 7,71% (mtm), lebih rendah dari rata-rata tiga tahun sebelumnya (10,17% mtm).

"Berbagai perkembangan harga ini membawa kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 1,09% [mtm], lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata bulan Idulfitri dalam 3 tahun terakhir, yaitu 1,25% [mtm]," imbuhnya.

Terkendalinya harga pangan yang digunakan sebagai bahan baku makanan jadi, turut mendukung pencapaian inflasi yang rendah tersebut. Trisno menilai inflasi inti sedikit tertahan oleh kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang tercatat sebesar 0,33% (mtm), lebih tinggi dari rata-ratanya (0,15% mtm).

Tag : Inflasi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top