Kabel Terbakar di Jalur Layang MRT Bukan karena Korsleting

Telah terjadi insiden kebakaran di Jalur layang proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.
Feni Freycinetia Fitriani | 03 Juli 2018 12:02 WIB
Suasana pembangunan depo Mass Rapid Transit (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (11/7). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA - Telah terjadi insiden kebakaran di Jalur layang proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah mengatakan insiden tersebut terjadi pada Selasa (3/7/2018) dini hari atau sekitar pukul 03.00 WIB  di lokasi jalur layang (Viaduct) dekat Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Memang telah terjadi insiden 1 buah gulungan kabel [cable drum] terbakar. Kejadian tersebut terjadi setelah pemasangan kabel di lokasi yang telah selesai 2 jam sebelum kejadian," katanya seperti dikutip dalam siaran pers, Selasa (3/7/2018).

Dia menuturkan untungnya di lokasi kejadian sudah tidak ada pekerja, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas juga telah melakukan pembersihan bekas-bekas Kebakaran pada pagi hari.

Tubagus menuturkan kegiatan proyek tetap berjalan seperti biasa meski telah terjadi insiden kebakaran.

"Kami sampaikan bahwa insiden tersebut tidak berdampak kepada progress pekerjaan di lapangan," ucapnya.

Pihak PT MRT Jakarta akan mencari lenyebab dari insiden tersebut atau melakukan investigasi di lapangan. Dia juga menyampaikan bahwa informasi yang beredar baik di media massa maupun media sosial tentang penyebab insiden karena korsleting adalah tidak benar, karena lokasi tersebut belum dialiri listrik.

Setelah proses investigasi, selanjutnya akan ditentukan langkah-langkah korektif dan preventif untuk mencegah timbulnya kejadian serupa di kemudian hari.

"Hasil investigasi awal diperkirakan dapat kami peroleh dalam 1x24 jam, dan akan kami sampaikan kembali kepada media dan publik," kata Tubagus.

Sementara menunggu hasil investigasi, langkah-langkah pengamanan yang dilakukan di antaranya adalah memastikan penempatan material yang berpotensi terbakar di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan sumber api.

"Selain itu, dilakukan peningkatan intensitas pemeriksaan setelah pekerjaan apapun dikerjakan di lapangan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya yang tertinggal setelah selesai pekerjaan," tambahnya.

Tag : mrt
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top