Ketua DPRD DKI: Lurah Minta Duit Rp100 Juta-Rp200 Juta Buat Urus Izin

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyayangkan adanya oknum Lurah yang meminta pungutan liar (pungli) terhadap warga.
Feni Freycinetia Fitriani | 16 Juli 2018 22:25 WIB
Prasetio Edi Marsudi - Beritajakarta.com

Bisnis.com, JAKARTA--Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyayangkan adanya oknum Lurah yang meminta pungutan liar (pungli) terhadap warga.

Dia mendapat laporan dari warga saat periode reses DPRD DKI beberapa waktu lalu.

"Dulu Lurah jam 7-8 pagi sampai kantor. Sekarang tarik pungli, Lurah sudah mulai jadi Bos," katanya di kantor Fraksi PDI P Kebon Sirih, Senin (16/7/2018).

Menurutnya, oknum Lurah yang disebutkan ternyata menarik pungli ketika warga mengurus perizinan yaitu surat pengantar yang kerap disebut PF 1.

Polisi PDI Perjuangan itu menuturkan besaran pungli yang diminta oleh oknum Lurah mencapai ratusan juta rupiah.

"Ada warga cerita dia mau minta pengantar untuk mengurus surat girik ke SHM [sertifikat hak milik]. Lurah minta duit Rp100 juta-Rp200 juta. Gila gak?" ungkapnya.

Untuk itu, Pras mengatakan saat ini pihaknya sedang menyusun rencana menangkap basah oknum Lurah yang melanggar aturan.

Karenanya, dia enggan menyebutkan Lurah yang meminta pungli kepada masyarakat.

"Saya lagi susun rencana OTT [operasi tangkap tangan]. Lurah dimana enggak bisa saya kasih tahu, tunggu saja tanggal mainnya," kata Pras.

Tag : dprd dki, pungli
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top