Vandalisme, Anies Minta Kontraktor MRT Tingkatan Pengawasan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan Mass Rapid Transit untuk meningkatkan pengawasan.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 24 September 2018 17:47 WIB
Petugas menghapus grafiti akibat aksi vandalisme pada rangkaian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (21/9). - Antara/Humas MRT Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan Mass Rapid Transit untuk meningkatkan pengawasan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau agar kontraktor yang bertanggung jawab pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dapat meningkatkan keamanan. Hal ini untuk memastikan fasilitas sarana dan prasarana dapat terjaga dengan baik.

Seperti diketahui, telah terjadi aksi vandalisme berupa coret-coret ke badan kereta MRT yang terparkir di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kejadian yang terjadi pada Jumat (21/9/2018) tersebut, saat ini sedang didalami oleh pihak berwenang.

"Seluruh fasilitas masih dikelola kontraktor jadi belum diserahkan kepada PT MRT Jakarta atau Pemerintah Provinsi [Pemprov] DKI Jakarta. Jadi kita ingin agar pengelola kontraktor meningkatkan keamanan supaya seluruh fasilitas terjaga," kata Anies, Senin (24/9/2018).

Menurutnya, kejadian ini dapat menjadi pembelajaran kepada semua pihak yang terkait. "Pelajarannya kita harus tingkatkan sistem pengamanan agar tidak terjadi lagi kejadian seperti itu," ungkapnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat ikut menjaga fasilitas publik, termasuk MRT. Hal ini karena sebenarnya biaya pembangunan MRT sebagain besar disumbangkan dari pajak warga Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengimbau masyarakat berani melaporkan bila terjadi aksi yang serupa. Laporan ini yang menjadi dasar agar kejadian vandalisme dapat dicegah.

"Bila menyaksikan ada orang-orang yang hendak melakukan vandalisme, jangan diam. Karena seringkali kejahatan itu terjadi karena orang baik memilih diam dan mendiamkan."

Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan bahwa PT MRT Jakarta dan kontraktor telah melakukan investigasi terkait kejadian ini. Dia menambahkan bahwa tim keamanan Depo Lebak Bulus menduga pelaku aksi tersebut masuk ke lokasi dengan memanjat dan melompati dinding depo yang berdekatan dengan area publik.

"Ini adalah hal yang tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum yang mungkin belum atau tidak sadar bahwa fasilitas publik ini adalah milik semua masyarakat Indonesia, termasuk milik si pelaku. Dia telah melakukan vandalisme dan merusak rumahnya sendiri,” kata William dalam keterangan resminya, Jumat (21/9/2018) lalu.

Dia mengimbau agar kontraktor segera mengevaluasi kejadian ini sehingga penjagaan terhadap MRT menjadi maksimal. Adapun yang bisa dilakukan seperti menambah personel penjaga keamanan, frekuensi patroli di area depo ditingkatkan, menambah kamera pemantau closed circuit television (CCTV) di dalam area depo, dan menaikkan tinggi pagar depo, terutama yang berbatasan langsung dengan area publik dan rentan dijangkau dari luar area depo.

Tag : mrt, vandalisme
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top