Ombudsman RI Bantah Ada Sengketa Aset di Proyek Skybridge Tanah Abang

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta Teguh P. Nugroho mengatakan tak ada sengketa aset antara PD Pembangunan Sarana Jaya dan PT Kereta Api Indonesia terkait pembangunan proyek Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau Skybridge di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 17 November 2018  |  06:39 WIB
Ombudsman RI Bantah Ada Sengketa Aset di Proyek Skybridge Tanah Abang
Pembangunan jembatan penyeberangan multiguna atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat yang awalnya ditargetkan beroperasi pada akhir Oktober 2018./JIBI - BISNIS/Dian Asmita Aisyah

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Ombudsman RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta Teguh P. Nugroho mengatakan tak ada sengketa aset antara PD Pembangunan Sarana Jaya dan PT Kereta Api Indonesia terkait pembangunan proyek Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau Skybridge di Tanah Abang, Jakarta Pusat. 
 
“Sengketa antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PT KAI menurut saya itu tidak tepat. Mereka saling mendukung untuk memanfaatkan aset,” ujarnya di kantor Ombudsman di Kuningan, Jakarta, Jumat (16/11/2018). 
 
Teguh menuturkan baik Pemprov DKI Jakarta maupun PT KAI sangat memperhatikan keselamatan penumpang Kereta Commuterline Jakarta (KCJ). Menurutnya, kedua pihak harus memperhatikan arus penumpang dari stasiun Tanah Abang menuju Skybridge. 
 
Sarana Jaya awalnya memastikan akan menyelesaikan konstruksi Skybridge selambat-lambatnya 23 November 2018. Namun, Teguh menilai hal itu sulit direalisasikan. 
 
“Walaupun Skybridge selesai 23 November 2018, pemanfaatan belum bisa karena kan harus ada simulasi untuk memastikan arus penumpang,” ucapnya. 
 
Dalam kesempatan yang sama, Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta R. Dadan Rudiansah mengapresiasi Ombudsman RI yang memfasilitasi pihaknya dan Sarana Jaya. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada sengketa terkait Skybridge Tanah Abang. 
 
“Masalah aset itu enggak ada. Pokoknya tidak ada sengketa aset antara kami dan Pemprov DKI Jakarta,” jelas Dadan. 
 
Dia menyatakan PT KAI bukan mempersulit pembukaan akses  Skybridge, tapi sangat memikirkan keselamatan penumpang. Pasalnya, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan oleh Sarana Jaya sebelum membuka pintu menuju Skybridge.
 
Namun, kedua pihak diklaim sudah sepakat mengenai keamanan dan kenyamanan penumpang. Apalagi, Tanah Abang merupakan salah satu stasiun yang memiliki penumpang dan jalur terbanyak se-Jabodetabek. 
 
“Jumlah rata-rata penumpang stasiun Tanah Abang 100.000-130.000 per hari. Jelang Lebaran bisa 188.000 penumpang. Misalnya, pukul 14.00 WIB bisa menembus 100.000 penumpang, ini kan harus diatur,” tegas Dadan. 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dki jakarta, tanah abang

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top