TransJakarta dan MRT Teken MoU Studi Integrasi Antar-Moda

PT TransJakarta dan PT MRT tandatangani MoU tentang Studi Integrasi Antar Moda Transportasi Massal
Muhamad Wildan | 23 November 2018 20:36 WIB
Armada bus Transjakarta melintasi halte Harmoni Central Busway di Jakarta, Kamis (21/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Bisnis.com, JAKARTA–PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) dan PT MRT pada Jumat (23/11/2018) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Studi Integrasi Transportasi Antar-Moda.
 
Melalui MoU ini PT TransJakarta dan PT MRT akan mengadakan studi dengan bekerja sama bersama pihak-pihak terkait baik dengan ahli maupun dengan kelompok masyarakat agar integrasi antar moda transportasi berjalan dengan baik.
 
William Sabandar, Direktur Utama PT MRT, juga menegaskan hal yang sama.
"Ada sejumlah perguruan tinggi yang sudah kerjasama, ahli teknik transportasi, dan juga ahli tata ruang dari perguruan tinggi tersebut. Kita akan melibatkan berbagai asosiasi dan komunitas masyarakat," kata William selepas penandatanganan MoU.
 
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan ingin mewujudkan integrasi antar moda transportasi massal melalui Jak Lingko dengan menerapkan target bersama bagi seluruh moda transportasi tersebut.
 
Target jangka panjang yang diterapkan adalah berpindahnya pengguna kendaraan bermotor ke transportasi massal dengan rasio sebesar 60% berbanding 40%. Hingga saat ini penduduk DKI Jakarta yang menggunakan transportasi massal masih 25%. Melalui integrasi antarmoda transportasi diharapkan masyarakat mau berpindah menggunakan transportasi massal.
 
Selain itu, juga ditargetkan melalui integrasi moda transportasi nantinya akan ada transportasi massal setiap 500 meter, sehingga mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum.
 
"Itu hanya bisa terjadi jika semua moda yang selama ini melayani terintegrasi dengan moda yang lain. Kalau masing-masing jalan sendiri tidak akan terjadi," kata Anies saat menghadiri penandatanganan MoU tersebut.
 
Studi yang direncanakan oleh PT TransJakarta dan PT MRT ini ditargetkan selesai pada Januari 2019 dan akan menjadi landasan integrasi antar moda transportasi massal.
"Kami akan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Kita akan mendapatkan sebuah blueprint dari bagaimana integrasi transportasi di jakarta. Nanti ada integrasi fisik, ada integrasi ticketing, dan integrasi layanan. itu semua akan masuk di dalam studi," kata William.
Tag : mrt, transjakarta
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top