Akhir Tahun, DKI Diminta Awasi Pasokan Telur & Ayam

Bank Indonesia meminta Pemprov DKI mengawasi pasokan bahan-bahan pokok jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 20 Desember 2018  |  20:10 WIB
Akhir Tahun, DKI Diminta Awasi Pasokan Telur & Ayam
Pedagang menata telur yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/5). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia meminta Pemprov DKI mengawasi pasokan bahan-bahan pokok jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Trisno Nugroho mengatakan dua jenis komoditas yang patut diperhatikan, yaitu daging ayam ras dan telur ayam.

"Pergerakan daging ayam ras dan telur ayam harus dipantau karena biasanya terjadi kenaikan harga jelang akhir tahun," katanya dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Kamis (20/12/2018).

Dia mengatakan salah satu cara untuk stabilisasi harga telur ayam dan daging ayam ras yakni meningkatkan pangsa pasar pemerintah untuk dua komoditas tersebut.

Langkahnya, lanjut Trisno, Pemprov DKI dapat menugaskan BUMD DKI bidang pangan untuk menyediakan telur ayam dan daging ayam ras bagi masyarakat.

Pasalnya, saat ini sebagian besar pasokan telur dan daging ayam dikuasai oleh pihak swasta. Dia menuturkan PT Food Station Tjipinang sebenarnya sudah menjalin kerja sama dengan peternak telur ayam yang ada di Blitar, Jawa Timur. 

Kerja sama tersebut terkait penyediaan telur ayam berkualitas untuk program pangan murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Sebenarnya kerja sama dengan peternak Blitar sudah bagus. Hanya saja kuantitasnya mungkin harus ditambah. Semakin besar market share yang dimiliki BUMD, semakin mudah pemerintah menstabilkan harga komoditas pangan," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Arief Prasetio Adi mengatakan saat ini jumlah pasokan telur yang dikirim dari peternak Blitar memang belum banyak.

"Kami terima 800 pak telur yang dijual dengan harga Rp10.000 per pak. Telur ini diutamakan untuk program pangan murah," lanjutnya.

Padahal, total kebutuhan telur ayam di DKI Jakarta mencapai 289 ton. Untuk menyiasati hal itu, Arif mengaku telah ditugaskan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mempersiapkan roadmap untuk meningkatkan pasokan telur ayam ke depannya. 

Salah satu target yang harus dicapai yakni agar Food Station tidak hanya menunggu menambah pasokan hanya untuk kegiatan yang sifatnya emergency, misalnya jelang Hari Besar Keagamaan.

"Kami akan naikkan [pasokan], gakak bisa dihilir saja. [Harus diteliti] Apa yang menyebabkan imi semua harga tinggi? Apakah pakan ternak, transportasi dan distribusi. Target roadmap selesai akhir Januari," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Dharma Jaya Johan mengatakan pihaknya sudah menyiapkan stok daging ayam sebanyak 530 ton untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir Desember. 

Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari total permintaan yang harus dipenuhi se-Jakarta. 

"Kebutuhan daging ayam per hari 1000 ton atau setara dengan 1 juta ekor. Pangsa pasar Dharma Jaya masih kurang dari 1%. Saat ini, kami hanya fokus memenuhi stok untuk subsidi pangan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telur, pemprov dki

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top