Groundbreaking Fase II MRT Jakarta Pertengahan Januari 2019

Pemprov DKI mulai mempersiapkan pembangunan fisik proyek Moda Raya Terpadu (MRT) fase II rute Bundaran Hotel Indonesia - Kota.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 27 Desember 2018  |  20:41 WIB
Groundbreaking Fase II MRT Jakarta Pertengahan Januari 2019
Presiden Joko Widodo bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua DPRD Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar saat meninjau Depo Mass Rapid Transporstion (MRT) Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (6/11/2018). Dalam kesempatan itu, Presiden juga sempat menjajal MRT dari Stasiun Bundaran HI ke Depo Lebak Bulus./JIBI - BISNIS/Yodie Herdiyan

Bisnis.com, JAKARTA--Pemprov DKI mulai mempersiapkan pembangunan fisik proyek Moda Raya Terpadu (MRT) fase II rute Bundaran Hotel Indonesia - Kota.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pembangunan awal fase II akan dilaksanakan mulai awal tahun depan. 

"Groundbreaking fase II rencananya digelar pada pertengahan Januari 2019. Kami sedang berkoordinasi dengan Pemprov DKI terkait hal ini," ujarnya dalam acara Forum Jurnalis MRT Jakarta, Kamis (27/12/2018). 

William menambahkan untuk fase II seksi pertama akan dimulai Bundaran HI - Kota. Awalnya, MRT Jakarta telah menetapkan Kampung Bandan sebagai depo fase II. Namun, karena masih ada masalah antara PT KAI sebagai pemilik lahan dengan pihak ketiga yang belum selesai hingga saat ini. 

Sebagai permulaan, PT MRT Jakarta bakal meneken kontrak lelang pertama yang disebut CP200. Paket tersebut merupakan lelang untuk kontruksi dinding diagfragma (D-Wall) gardu induk di kawasan Monas, Jakarta Pusat. 

Selain CP 200, PT MRT Jakarta menyiapkan enam paket lelang konstruksi dan pengadaan kereta untuk keperluan fase II, yaitu CP 201 hingga CP 206. William menargetkan proses administrasi lelang akan selesai pada akhir 2019. 

"Kami menargetkan proses lelang dapat selesai tepat waktu agar konstruksi bisa dimulai pada 2020. Targetnya fase II akan rampung pada 2024," jelasnya. 

Layaknya fase I, pembiayaan MRT Jakarta fase II masih menggunakan skema kerja sama antarpemerintah, yaitu Indonesia dan Jepang dalam bentuk pinjaman lunak. 

Setelah tertunda beberapa bulan, pemerintah Jepang dan Indonesia akhirnya menandatangani pertukaran dokumen (exchange note) pinjaman untuk proyek mass rapid transit Jakarta Fase II Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan.

Penandatanganan E/N senilai maksimum ¥70,2 miliar atau Rp9,46 triliun (dengan catatan nilai tukar Rp134,9 per yen). Adapun, total biaya yang diperlukan untuk membangun fase II mencapai Rp25 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt, pt mrt jakarta

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top