Warga Serang 3 Jumantik di Lenteng Agung, Anies Minta Lapor Polisi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan juru pemantau jentik nyamuk alias jumantik tak diam ketika mendapat perlakuan tak baik dari warga. Dia meminta agar jumantik segera melaporkannya kepada polisi.
JIBI | 04 Februari 2019 06:29 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menghadiri Parade Momo di Pintu Tenggara Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018). - Bisnis/Nur Faizah

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan juru pemantau jentik nyamuk alias jumantik tak diam ketika mendapat perlakuan tak baik dari warga. Dia meminta agar jumantik segera melaporkannya kepada polisi.

"Kami tidak akan membiarkan kejadian seperti ini berlalu tanpa ada hukuman yang setimpal," kata Anies di RW 05, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (3/2/2019).

Tiga wanita yang sedang mengecek kebersihan rumah warga di RW 05 Kelurahan Lenteng Agung tiba-tiba dipukul seorang pria. Kejadiannya berlangsung Jumat (1/2/2019).

Dua orang memar di bagian mata. Sementara, pelaku menjedotkan kepala satu korban lainnya. Salah satu korban, Jayanti, menyatakan pria berusia sekitar 40 tahun itu marah saat ia meminta izin mengecek potensi munculnya nyamuk aedes aegypti.

Anies menilai, ketiganya tak bersalah dan telah menjadi korban. Dia memastikan mereka telah bekerja sesuai prosedur.

"Ini sesuatu yang lebih banyak problem-nya pada pelakunya, bukan pada korban," ucap Anies.

Anies meminta warga untuk tidak menolak kedatangan juru pemantau jentik alias jumantik. Penolakan bisa-bisa berujung pada meningkatnya jumlah kasus DBD di Ibu Kota. Karena peran para jumantik sangat besar.

 

Sumber : Tempo.Co

Tag : anies baswedan, dbd
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top