Diskusi Cawagub DKI Diadakan Tertutup, Begini Perkembangannya

Focus group discussion (FGD) atas tiga Cawagub DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh PKS dan Gerindra pada Minggu (3/2/2019) diselenggarakan secara tertutup dan tidak menghadirkan ketiga cawagub untuk menjaga objektifitas.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 05 Februari 2019  |  18:59 WIB
Diskusi Cawagub DKI Diadakan Tertutup, Begini Perkembangannya
Sandiaga Uno dan Ahmad Syaikhu. - Instagram@syaikhu_ahmad
Bisnis.com, JAKARTA – Focus group discussion (FGD) atas tiga Cawagub DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh PKS dan Gerindra pada Minggu (3/2/2019) diselenggarakan secara tertutup dan tidak menghadirkan ketiga cawagub untuk menjaga objektifitas.
 
Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota tim uji kelayakan dan kepatutan Ubedillah Badrun, Selasa (5/2/2019).
 
"Jadi kami ingin murni tanpa semacam intervensi psikologis cawagub kepada para pemangku kepentingan tersebut," ujar Ubedillah.
 
Dalam FGD tersebut tokoh-tokoh yang dihadirkan adalah pengamat kebijakan publik Amir Hamzah, Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kamsul Hasan, pengamat tata kota Yayat Supriatna, Budi Wibowo, Sugianto, Serikat Pedagang Pribumi Sejahtera (SPPS) Rakhmat RM, dan M. Sidik dari Humanika. Arif Sefullah pun ditunjuk sebagai notulensi FGD.
 
Melalui FGD tersebut, tim uji kelayakan dan kepatutan ingin menggali masukan-masukan dari tokoh-tokoh yang diundang yang dalam hal itu meliputi isu kemiskinan, transportasi, hingga soal ekonomi baik secara umum maupun spesifik.
 
Ubedillah pun menuturkan hasil FGD akan dirangkum dalam satu sinopsis untuk dikomunikasikan kepada ketiga cawagub dan disaksikan oleh peserta FGD, Jumat (8/2/2019).
 
Namun, Ubedillah mengatakan masih belum bisa menyampaikan rekomendasi tim uji kelayakan dan kepatutan karena masih dianalisis.
 
"Karena analisisnya kualitatif maka memerlukan kedalaman analisis dan kita lakukan semacam triangulasi dalam riset kualitatif yaitu semacam melakukan konfirmasi ulang pada yang bersangkutan dan pada pemangku kepentingan," tutur Ubedillah.
 
Di lain pihak, salah satu peserta FGD Yayat Supriatna pun mengatakan peserta FGD diundang untuk mempertajam kriteria-kriteria yang digunakan untuk merekomendasikan cawagub.
 
Cawagub yang bakal mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun dituntut untuk bisa mengisi kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh Anies.
 
"Dengan kondisi seperti ini kita harus lihat apakah kandidat-kandidat ini punya visi misi yang jelas dan mampu menjawab problema Jakarta. Jadi yang dicari memang aktor yang bisa jadi alter ego gubernur untuk jadi mediator," tutur Yayat, Senin (4/2/2019).
 
Yayat pun juga tidak dapat mengungkapkan siapa direkomendasikan dari ketiga cawagub dan siapa yang terkuat di antara ketiganya karena hal tersebut merupakan wewenang tim uji kelayakan dan kepatutan serta pimpinan partai terkait.
 
Untuk diketahui, ketiga cawagub yang dicalonkan untuk mendampingi Anies adalah mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto, dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemprov DKI

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top