Transjakarta Mantapkan Integrasi dengan MRT, LRT, Commuter Line

Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono, menjelaskan, salah satu integrasi antar moda yang menjadi perhatian Transjakarta saat ini adalah moda angkutan umum massal berbasis rel. Mengingat Transjakarta telah mampu berintegrasi dengan operator angkutan perkotaan (bus kecil) tahun lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  06:30 WIB
Transjakarta Mantapkan Integrasi dengan MRT, LRT, Commuter Line
Penumpang di dalam bus Transjakarta saat melintas di jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/8/2018). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono, menjelaskan, salah satu integrasi antar moda yang menjadi perhatian Transjakarta saat ini adalah moda angkutan umum massal berbasis rel.  Mengingat Transjakarta telah mampu berintegrasi dengan operator angkutan perkotaan (bus kecil) tahun lalu.

“Termasuk integrasi moda berbasis rel yang akan dihubungkan dengan moda berbasis jalan dan kita telah bersinergi dengan MRT, Commuter Line, LRT,” kata Agung, Senin (18/2/2019).

Agung menyebut lokasi integrasi dengan pihak PT MRT Jakarta, PT Kereta Commuter Indonesia, dan PT LRT Jakarta, di antaranya MRT Jakarta - Halte Bundaran HI – Stasiun MRT Bundaran HI, Halte Tosari – Stasiun MRT Dukuh Atas dan halte CSW Kor 13 – Stasiun MRT Sisingamangaraja dan halte Lebak Bulus Kor 8 – Stasiun MRT Lebak Bulus.

Kemudian, Commuter Line - Halte Tosari Kor 1 – Stasiun Sudirman, Halte Stasiun Klender Kor 11 – Stasiun Klender, Halte Stasiun Cakung Non MRT dan Stasiun Cakung. Selanjutnya LRT Jakarta - Halte Pemuda Rawamangun – Stasiun LRT Velodrome.

Guna menunjang pengintegrasian tersebut, Agung menerangkan, pada tahun ini PT TransJakarta akan menambah berbagai rute baru, baik di Jakarta maupun di kota-kota sekitar Jakarta.

“Kita juga akan menambah rute baru, terlebih yang ada kaitannya dengan integrasi MRT, yang akan mengantarkan penumpang ke MRT. Di antaranya, Pondok Cabe, Cinere, Bintaro, BSD, Jatijajar,” katanya.

Selain itu, Agung juga menyampaikan hasil survei dari PT Transjakarta terkait tingkat kepuasan pelanggan yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Saya garis bawahi, dari 10 orang di Jakarta, 8,3 naik TJ lagi. Maka, tingkat kepuasannya sangat baik. Sehingga, kita tidak ada kekhawatirkan kompetisi dan semoga integrasi ini akan semakin memudahkan dan efektif mengurangi kemacetan,” tambah Agung.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt, transjakarta, LRT

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top