Menilik Nilai Estetis Tiga JPO di Jakarta

Tiga JPO di Jakarta, yakni JPO Gelora Bung Karno, Senayan, dan Polda Metro Jaya tengah direvitalisasi menjadi lebih bernilai estetis.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  19:18 WIB
Menilik Nilai Estetis Tiga JPO di Jakarta
Jembatan penyeberangan orang - @Fisherwanto

Bisnis.com, JAKARTA – Ibu kota Indonesia makin hari makin terlihat estetis. Salah satunya terlihat dari Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO di beberapa titik.  

JPO Gelora Bung Karno (GBK) misalnya. JPO ini memiliki desain lorong yang melengkung dengan pagar batas warna putih. Desain berbentuk gelombang dan melintir dengan kelenturan hingga 45 derajat memberikan kesan lebih dinamis dan menawan. 

“Ini mengingat GBK selalu menjadi pusat bergelora dan menggeliatnya semangat warga Jakarta,” ujar Firman Herwanto selaku Tim Leader PT Arkonin dalam proyek revitalisasi JPO kepada Bisnis.

Selain JPO GBK, JPO lainnya, seperti JPO Senayan dan JPO Polda Metro Jaya juga turut direvitalisasi. Kedua JPO ini didesain lebih sederhana dengan lorong berpagar sekat warna putih.

Firman menjelaskan material yang digunakan pada jembatan-jembatan tersebut berupa sandwich panel. Material ini memiliki keunggulan sebagai peredam panas dan peredam suara yang baik serta hemat energi. 

Sementara itu, alas tangganya menggunakan kayu komposit seperti jati bercampur polivinil klorida. Bahan kayu ini digunakan pada gagang handle jembatan yang membantu penyandang disabilitas.

Bagian lainnya, terlihat adanya gap di antara cincin yang didesain transparan. “Dengan material transparan ini, pelintas bisa menikmati jalanan Jakarta. Selain itu, transparansi membuatnya aman dari vandalisme,” terang Firman.

Untuk pemilihan warna, putih terlihat mendominasi. Warna putih dinilai menjadi warna yang paling optimal dalam menangkap cahaya dan perubahan warna matahari dari pagi hingga sore. Sehingga, pemandangan jembatan di pagi dan sore hari akan terkesan berbeda.

Begitu pula ketika malam hari, cahaya temaram tampak membuat jembatan makin terlihat elegan dan memberi kesan hangat.

Firman menambahkan, bangunan fisik dari ketiga jembatan yang memakan total dana lebih dari Rp50 miliar ini  kemungkinan bakal jadi pada akhir Februari 2019 serta sudah mulai bisa dibuka dan dinikmati masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jakarta, jembatan penyeberangan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top