Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biaya Tempat Tinggal Naik, DKI Jakarta Alami Inflasi 0,26%

Inflasi yang dialami DKI Jakarta merupakan yang tertinggi di antara kota-kota di sekitarnya.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 01 Maret 2019  |  13:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta mencatat terjadi inflasi sebesar 0,26% pada Februari 2019.

Inflasi yang dialami DKI Jakarta merupakan yang tertinggi di antara kota-kota di sekitarnya.

Kepala BPS DKI Jakarta Thoman Pardosi mengatakan inflasi di Ibu Kota pada Februari 2019 dipicu naiknya biaya tempat tinggal.

"Sub kelompok biaya tempat tinggal mengalami inflasi 0,87% sehingga mendorong kenaikan pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar hingga 0,56%," ujarnya di kantor BPS DKI, Jumat (1/3/2019).

Dia melanjutkan bila dirinci lebih lanjut, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar menyumbang inflasi sebesar 0,13%.

Adapun, komoditas yang memicu tingginya inflasi sub kelompok pengeluaran a.l. kontrak rumah, sewa rumah, dan semen.

"Mungkin para pemilik kontrakan mengetahui harga sewa terbaru yang beredar di pasar. Karena itu, banyak yang menaikkan tarif sewa dan kontraknya pada awal tahun," ungkapnya.

Sementara itu, dia memprediksi kenaikan harga semen terjadi karena tersendatnya pasokan semen.

Seperti diketahui, pada awal 2019 terjadi kelangkaan pasokan semen di beberapa wilayah di Indonesia. Kelangkaan pasokan terjadi lantaran terganggunya produksi akibat bermasalahnya pembangkit listrik.

Dampak tersebut baru terasa di DKI Jakarta pada Februari 2019. Thoman berharap harga sewa kelompok tempat tinggal dapat normal kembali pada bulan berikutnya. Pasalnya, kenaikan harga sewa atau kontrak lazim terjadi pada awal tahun.

"Begitu pula dengan harga semen. Mudah-mudahan harga kembali stabil apabila pasokan barang telah memadai," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen sewa inflasi dki
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top