Tahun 2018, Transaksi KJP Bank DKI Rp3,6 Triliun

Bank DKI mencatatkan transaksi Kartu Jakarta Pintar atau KJP selama 2018 sebesar Rp3,6 triliun dengan jumlah kartu 1,4 juta sepanjang 2018.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 16 Maret 2019  |  12:36 WIB
Tahun 2018, Transaksi KJP Bank DKI Rp3,6 Triliun
Aktivitas di salah satu cabang Bank DKI - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Bank DKI mencatatkan transaksi Kartu Jakarta Pintar atau KJP selama 2018 sebesar Rp3,6 triliun dengan jumlah kartu 1,4 juta sepanjang 2018.

Kali ini, perseroan kembali melakukan penyaluran KJP Tahap 2 di Kepulauan Seribu dengan nilai Rp842 juta yang akan didistribusikan kepada siswa siswi dari mulai tingkat SD, SMP dan SMA/SMK. Hal ini sebagai upaya mendukung program Pemprov DKI Jakarta dalam penyaluran bantuan sosial dan pendidikan.

Corporate Secretary Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan sebagai BUMD DKI Jakarta, Bank DKI terus konsisten mendukung program penyaluran bantuan sosial dan pendidikan melalui KJP Plus ke seluruh wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu.

Distribusi KJP Tahap 2 ini dilakukan di delapan pulau yakni Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Lancang, Pulau Panggang, Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa.

"KJP Plus merupakan program strategis Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Bank DKI untuk menuntaskan pendidikan wajib belajar 12 tahun dan memberikan kepastian kepada peserta didik untuk mendapatkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Kemudahan pemantauan transaksi dana masuk dan keluar, pengguna KJP Plus dapat menggunakan fitur dari aplikasi JakOne Mobile," katanya melalui siaran pers, Sabtu (16/3/2019).

Akses Produk

Sementara itu, untuk meningkatkan berbagai macam akses produk dan layanan yang berbasis perbankan digital di Kepulauan Seribu, Bank DKI DKI telah menerapkan program Inklusi Keuangan termasuk program Laku Pandai dan juga penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha di wilayah tersebut.

Dengan adanya agen laku pandai ini, warga kepulauan seribu akan semakin banyak dimudahkan dalam melakukan transaksi perbankan dengan Bank DKI.

“Nasabah dapat melakukan pembukaan rekening ataupun pengambilan uang tunai kepada agen laku pandai yang telah bekerjasama dengan Bank DKI” ujar Herry.

Herry juga menyebutkan bahwa Bank DKI akan memprioritaskan menggandeng merchant-merchant JakOne Mobile yang telah bekerjasama dengan Bank DKI untuk menjadi agen laku pandai di wilayah Kepulauan Seribu.

Jadi, merchant-merchant yang kebanyakan merupakan UMKM bukan cuma bisa menerima pembayaran dengan QR Code saja, tetapi juga bisa mendapatkan sharing fee dari transaksi perbankan yang dilayani kepada warga Kepulauan Seribu.

Untuk memperluas akses terhadap layanan jasa perbankan, Bank DKI telah melakukan sejumlah upaya diantaranya adalah penempatan 11 mesin ATM Bank DKI dan penyebaran 69 mesin EDC Bank DKI di wilayah kepulauan seribu. EDC tersebut tersebar di Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Lancang, Pulau Panggang, Pulau Pari, Pulau Payung, Pulau Pramuka, Pulau Sabira, Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa.

Penerima EDC Bank DKI merupakan pelaku UMKM di Kepulauan Seribu. Hal ini merupakan komitmen Bank DKI dalam mendukung gerakan less cash society di seluruh wilayah Jakarta, termasuk di Kepulauan Seribu.

Percepatan akses keuangan daerah ini juga diwujudkan dengan penyaluran kredit kepada para pelaku industri kecil dan menengah di kepulauan seribu. Pemberian fasilitas pembiayaan tersebut menggunakan Kredit Monas 25, Monas 75, Monas 500 maupun Monas Pemula.

Sampai dengan Desember 2018, Bank DKI telah menyalurkan fasilitas pembiayaan bagi pelaku mikro senilai Rp558,03 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan, bank dki

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top