Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Agar Balik Modal, Jakpro Diberi Hak Kelola TIM 30 Tahun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bakal diutus untuk mengelola TIM hingga 30 tahun ke depan.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 02 Juli 2019  |  19:05 WIB
Taman Ismail Marzuki - wikipedia
Taman Ismail Marzuki - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bakal ditu juk untuk mengelola Taman Ismail Marzuki (TIM) hingga 30 tahun ke depan. Hal ini karena PT Jakpro baru bisa balik modal setelah 23 tahun dikelola.

Menurut Anies, pihaknya mengutus PT Jakpro untuk mengelola TIM karena PT Jakpro selaku BUMD mampu mengelola dengan skema bisnis sekaligus melaksakan pembangunan.

Apabila dikelola sepenuhnya oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Pemprov DKI Jakarta tidak bisa menerima pemasukan dari pengelolaan pusat kesenian tersebut.

Hingga saat ini, TIM dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (UP PKJ) TIM.

Sebelumnya, Kepala UP PKJ TIM Imam Hadi Purnomo mengatakan UP PKJ TIM memerlukan anggaran sebesar Rp22 miliar untuk mengelola TIM, sementara pemasukannya selama ini berkisar di angka Rp8 miliar hingga Rp10 miliar.

"Karena itu yang berperan negara melalui BUMD dan beroperasi secara komersial sehingga disitu bisa menerima pemasukan," ujar Anies, Selasa (2/7/2019).

Melalui pengelolaan oleh Jakpro, Anies berharap kegiatan seni budaya bisa berjalan beriringan dengan kegiatan komersial yang bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan seni budaya itu sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taman ismail marzuki jakpro
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top