Pemprov DKI Jakarta Imbau Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andoro Warih memgimbau warga Ibu Kota mengurangi pengggunaan Plastik Sekali Pakai (PSP).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 Juli 2019  |  18:03 WIB
Pemprov DKI Jakarta Imbau Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Kantong plasti. - Ilustrasi/pranaindonesia.wordpress.com

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andoro Warih memgimbau warga Ibu Kota mengurangi pengggunaan Plastik Sekali Pakai (PSP).

Andono menjelaskan, plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami. Padahal, sampah warga Jakarta ke TPST Bantargebang per hari sanggup mencapai 7.500 ton, dengan persentase sampah plastik sekali pakai mencapai 14 persen atau lebih dari 1.000 ton.

“Jenis kantong belanja plastik saja, setiap harinya sebanyak 650-800 ribu lembar yang masuk ke TPST Bantargebang,” ungkap Andono dalam keterangan resminya, Minggu (21/7/2019).

Oleh sebab itu, Andono mengimbau adanya perubahan gaya hidup warga untuk menggurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menggantinya dengan alternatif produk di pasaran yang lebih ramah lingkungan.

“Tas lipat dan keranjang belanja sebagai ganti kantong plastik, kotak makan sebagai ganti styrofoam, tumbler sebagai ganti membeli air kemasan plastik, dan sedotan bambu atau stainless steel sebagai ganti sedotan plastik, saat ini sudah marak dijual dimana-mana. Kami mendorong gerakan masyarakat untuk bersama bergaya hidup mengurangi sampah plastik,” tambahnya.

Andono mengungkapkan, Pemerintahan DKI Jakarta juga sedang menyusun regulasi mengenai pengurangan sampah plastik. Peraturan yang sedang disusun bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat konsumen menjadi perilaku yang lebih ramah lingkungan.

Oleh karena itu, pengaturan sanksi di dalamnya merupakan unsur komplementer dalam mempercepat terwujudnya perubahan perilaku konsumen menjadi lebih ramah lingkungan. "Instrumen hukum kami tempatkan sebagai alat perubahan adab dan budaya masyarakat, social engineering,” kata Andono.

Kesadaran warga Jakarta untuk bersama mengatasi permasalahan sampah plastik juga terlihat dalam Pawai Bebas Plastik pada Minggu (21/7) di lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Sudirman Thamrin. Ratusan orang dari berbagai organisasi dan komunitas ikut serta dalam pawai ini.

Pesan yang dikampanyekan, diantaranya menekan produsen dan pelaku usaha bertanggungjawab atas sampah yang dihasilkannya dengan cara berinovasi dalam merancang kemasan yang lebih mudah digunaulang atau didaurulang dan membangun sistem pengiriman produk yang tidak mengandalkan pengunaan plastik sekali pakai.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga ikut melakukan sosialisasi dan survei kepada para pedagang kaki lima mengenai persepsi pengurangan penggunaan kantong belanja plastik. "Datanya akan kami gunakan untuk merumuskan strategi dan kebijakan pengurangan sampah plastik di Jakarta," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kantong Plastik Berbayar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top