PKS Klaim Pembahasan Anggaran Balap Formula E Rp360 Miliar Bebas Korupsi

DPRD DKI akhirnya menyetujui anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan internasional yaitu balap mobil listrik Formula E senilai Rp360 miliar.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  08:12 WIB
PKS Klaim Pembahasan Anggaran Balap Formula E Rp360 Miliar Bebas Korupsi
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - DPRD DKI akhirnya menyetujui anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan internasional yaitu balap mobil listrik Formula E senilai Rp360 miliar.

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PKS Triwisaksana mengatakan dana tersebut disetujui dalam forum pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) untuk rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019 DKI Jakarta.

"Jadi anggaran untuk Formula E tadi setujui besarannya Rp360 miliar. Dengan harapan, ajang balap Formula E menarik pengunjung atau wisatawan di Jakarta dan ada feed back pendapatan bagi daerah," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Selasa (13/8/2019).

Dkan dibahas secara detail pada saat penyusunaan APBD-P yang akan dimulai minggu depan.

Sani, sapaan akrab Triwisaksana, juga menepis isu korupsi atau "kongkalikong" antara DPRD DKI dan Pemprov DKI dalam forum tersebut.

"Kalau korupsi enggak lah karena rapat terbuka dari tingkat komisi, badan anggaran sampai tingkat piminan. Saya kira bisa dinamika saja," imbuhnya.

Alasan kedua, dia menilai karena DPRD DKI memasuki tahun terakhir masa jabatan sehingga mekanisme prosedur berupa tujuan maksud dari penganggaran sudah dikuasai.

Dia juga menyindir pernyataan Partai Solidaritas Indonesia (PSI)  yang mengatakan bahwa anggaran Formula E terlalu besar.

"Relatif sekali ya, saya kira juga PSI nggak tahu soal balap formula. Kita serahkan saja kepada satu tim yang membahas anggaran ini. Saya kira ada komitmen fee [nilainya dalam] poundsterling di-cash-kan kepad DKI. Lagi pula Gubernur sudah melaporkan ke Presiden dan Kemendagri," ucapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pihaknya siap menjadi tuan rumah kegiatan balap mobil listrik Formula E pada 2020.

Meski demikian, dia tak menampik ada biaya atau commitment fee perlombaan yang harus dibayarkan kepada panitia penyelenggara. Menurutnya, hal itu sangat wajar dan lazim terjadi untuk segala bentuk kegiatan berskala internasional.

"Saya beri daftarnya ya. Untuk [penyelenggaran] Moto GP biayanya US$7 juta-US$9 juta, F1  US$29,4 juta, Formula E US$24,1 juta. Sementara itu, Piala Dunia US$11.600 juta," katanya di Gelora Bung Karno, Selasa (13/8/2019).

Jika mengacu pada kurs nilai tukar rupiah terhadap dollar sebesar Rp14.200/US$, maka biaya pendaftaran yang harus disetor Anies kepada penyelenggara Formula E berkisar Rp342 miliar.

Dana tersebut harus ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI yang didapat dari anggaran belanja dan pengeluaran daerah perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2019.

Meski nilainya cukup fantastis, Anies optimistis perputaran ekonomi yang dihasilkan dari event Formula E justru lebih besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik, dprd dki, Formula E Championship

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top