Revitalisasi Trotoar, Bangunan Bersejarah di Cikini Terancam Rusak

Ketua Advokasi Forum Trotoar Cikini Lin Che Wei mencontohkan revitalisasi trotoar di depan Kantor Pos Cikini yang sudah hampir rampung pengerjaannya dinilai berisiko merusak bangunan bersejarah tersebut karena trotoar dibuat lebih tinggi daripada lantai asli bangunannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  16:10 WIB
Revitalisasi Trotoar, Bangunan Bersejarah di Cikini Terancam Rusak
Warga melintas di jalur pedestrian di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (14/3). Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penataan trotoar di Jalan Sudirman-MH Thamrin sepanjang 6,6 kilometer yang ditargetkan selesai sebelum perhelatan Asian Games pada 18 Agustus mendatang dengan total anggaran senilai Rp180 miliar. ANTARA FOTO - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Forum Trotoar Cikini yang beranggotakan masyarakat pemilik gedung dan restoran di sepanjang trotoar Jalan Cikini Raya mendesak agar proses revitalisasi trotoar Cikini dievaluasi karena dikhawatirkan mengancam keberadaan bangunan bersejarah di kawasan tersebut.

Ketua Advokasi Forum Trotoar Cikini Lin Che Wei mencontohkan revitalisasi trotoar di depan Kantor Pos Cikini yang sudah hampir rampung pengerjaannya dinilai berisiko merusak bangunan bersejarah tersebut karena trotoar dibuat lebih tinggi daripada lantai asli bangunannya.

"Kontraktor ini enggak peduli pokoknya ditinggikan nanti tinggal dikasih ram [bidang miring]. Sebab kalau dibiarkan lebih tinggi, nanti pipa pembuangan juga lebih tinggi sehingga air buangan got naik dan itu merusak struktur asli bangunan," katanya di Jakarta seperti dikutip Antara, Kamis (15/8/2019).

Selain itu, pelebaran trotoar di depan Kantor Pos Cikini juga berpotensi mematikan usaha pelayanan terhadap publik yang ingin menggunakan jasa pos karena tidak adanya ruang drop off untuk pengiriman barang.

"Bikin jalur biar nyaman. Tolong difasilitasi minimum ketika mendesain itu dipikir kalau di sini ada kantor pos," ujarnya.

Dia juga menyayangkan tidak adanya sosialisasi dan komunikasi yang melibatkan para pemilik bangunan dan restoran sebelum pengerjaan revitalisasi trotoar Cikini.

Menurutnya, dalam proses desain sosialisasi tidak dilakukan dengan benar karena warga tidak diajak diskusi. "Mereka bilang sudah ajak bicara warga tapi warga yang mana," tegasnya.

Lin Che Wei pun mengatakan bahwa pihaknya mendesak agar Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan evaluasi terhadap kontraktor proyek revitalisasi trotoar Cikini dan desain trotoar baru yang dapat mengancam bangunan bersejarah yang telah ada sejak zaman kolonial Belanda tersebut.

"Pertama kali tuntutan yang jelas level trotoar itu tidak bisa lebih tinggi daripada bangunan, itu tidak bisa dinegosiasikan. Kami minta, ya harus dibongkar," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cikini, Pemprov DKI, Cagar Budaya

Sumber : Antara

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top