Polusi Udara Kepung Jakarta, Pemprov DKI Tanam Bougenville

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati menyebutkan bahwa tanaman hias bougenville (Bougenville amenities) dapat menyerap polusi udara sebanyak 45,44 mikrogram/gram.
Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat./Antara
Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Terus disorot karena polusi udara Jakarta yang semakin parah, Pemprov DKI mencari terobosan. Salah satunya, Pemprov DKI mulai melirik manfaat pepohonan untuk menyerap polusi udara.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati menyebutkan bahwa tanaman hias bougenville (Bougenville amenities) dapat menyerap polusi udara sebanyak 45,44 mikrogram/gram.

"Bougenville amenities memiliki serapan polusi udara kategori tinggi sebesar 45,44 mikrogram/gram," kata dia pada acara penanaman bougenville bersama Gubernur DKI Jakarta, di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2019).

Pemprov DKI telah menanam sekitar 100.000 tanaman Bougenville amenities di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Tanaman bougenville itu, kata Suzi, menggantikan tanaman bakung yang berumbi, yang rencananya akan dialokasikan ke kebon bibit. Tanaman berumbi itu selanjutnya akan ditanam secara bertahap di beberapa wilayah di Jakarta antara lain Jalan Kasablanka dan Jalan Salemba Raya di Jakarta Pusat.

Selain kegiatan penanaman Bougenville amenities, pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menanam jenis pohon lain yang menyerap polutan yakni pohon tabebuya, pohon dadap kuning, dan jenis-jenis lain pohon.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Pengurangan Bensin Bertimbal Ahmad Safrudin menilai penanaman pohon bukan solusi tepat untuk mengurangi polusi udara.

"Tanam pohon untuk mengurangi polusi udara? Itu tidak tepat," kata dia di Jakarta, Jumat (16/8), yang menilah langkah pemerintah kota untuk menanam pohon tersebut dinilai masih kurang data.

Menanam pohon untuk mengurangi polusi udara, menurut Ahmad, sama sekali tidak memberi pengaruh maupun memperbaiki kualitas udara Jakarta.

Ahmad menjelaskan, untuk mengurangi polusi udara bisa diatasi dengan mengatur sumbernya seperti kendaraan bermotor yang banyak menyumbang polutan.

BBM yang digunakan pengendara motor, lanjutnya, sebaiknya adalah pertamax. "Minimal pertamax. Karena RON-nya itu mengandung emisi yang tidak seperti pertalite dan premium," kata Ahmad.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Saeno
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper