Transjakarta Bagi 800 Kartu Jak Lingko, Dorong Siswa Naik Transportasi Publik

Transjakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggencarkan kampanye penggunaan transportasi publik, salah satunya membidik kalangan para pelajar melalui program Jak Lingko Goes To School.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  14:52 WIB
Transjakarta Bagi 800 Kartu Jak Lingko, Dorong Siswa Naik Transportasi Publik
Transjakarta dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyelenggarakan Jak Lingko Goes to School di SMA 27 Jakarta, Selasa (20/8/2019) - TransJakarta

Bisnis.com, JAKARTA — TransJakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggencarkan kampanye penggunaan transportasi publik, salah satunya membidik kalangan para pelajar melalui program Jak Lingko Goes to School.

Direktur Pelayanan dan Pengembangan TransJakarta Achmad Izzul Waro menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta kini menggelar kegiatan di SMA 27 Jakarta.

"Jak Lingko ini bagian dari Kegiatan Strategis Daerah yang menjadi prioritas pemerintahan Bapak Gubernur Anies Baswedan. Pemprov DKI memiliki visi untuk memudahkan layanan pergerakan masyarakat menggunakan transportasi umum dari satu titik ke titik lainnya dengan layanan yang baik, nyaman, dan terjangkau," ujar Izzul dalam keterangan resminya, Selasa (20/8/2019). 

Izzul berharap Jak Lingko Goes To School mampu meningkatkan kesadaran penggunaan transportasi publik sekaligus mengurangi polusi di Jakarta. Kehadiran Jak Lingko juga untuk melengkapi program yang  terlebih dahulu ada, yakni artu Jakarta Pintar (KJP) plus. Melalui KJP Plus, siswa sekolah gratis menggunakan layanan Transjakarta. 

"Dengan kartu Jak Lingko bus mikro trans bukan hanya untuk anak-anak sekolah, tapi diharapkan wali murid, hingga masyarakat semua gratis jika menggunakan kartu Jak Lingko ini," kata Izzul. 

Selain itu, Izzul pun berharap kehadiran Jak Lingko turut andil mengentaskan permasalahan polusi di ibu kota. Seperti diketahui, saat ini kualitas udara di Jakarta terus terpantau memasuki kategori berbahaya versi AirVisual. 

"Saat ini Pemprov Jakarta tengah fokus terhadap pengurangan polusi udara melalui intruksi Gubernur nomor 66 tahun 2019 tanggal 1 Agustus. Salah satunya di sektor transportasi. Karena kita tahu pencemaran di Jakarta 74 persen bersumber dari asap kendaraan bermotor,” ujarnya. 

“Maka dari itu, kehadiran Jak Lingko diharapkan mampu menjangkau seluruh kebutuhan akses transportasi publik. Sesuai namanya ‘Linko’ yang artinya menjaring,” tambah Izzul.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta Waluyo Hadi menerangkan Jak Lingko merupakan komitmen Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengintegrasikan transportasi di Jakarta. 

Waluyo berharap dengan dibagikannya 800 kartu Jak Lingko gratis bagi para siswa, guru, maupun civitas di lingkungan SMA 27 Jakarta ini, semua civitas academica mampu secara optimal menggunakan transportasi massal.

"Yang biasanya membawa sepeda motor, besok tidak perlu lagi membawa sepeda motor karena sudah ada kartu itu. Itu lebih efisiensi tidak perlu belanja BBM dan beralih, tidak menggunakan kendaraan pribadi roda dua tapi menggunakan Jak Lingko," kata Waluyo. 

Sekadar informasi, Jak Lingko adalah transformasi dari OK-Otrip yang merupakan sistem transportasi yang terintegrasi (integrasi rute, integrasi manajemen, dan integrasi pembayaran) dimana integrasi layanan transportasi publik di Jakarta yang semakin luas.

Integrasi ini tidak hanya melibatkan integrasi antara bus besar, bus medium, dan bus kecil di Transjakarta tetapi juga akan melibatkan transportasi berbasis rel yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti Moda Raya Terpadu, Lintas Rel Terpadu, dan sebagainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjakarta, jak lingko

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top