Transjakarta Tawarkan Iklan Display, Bidik Pendapatan Rp100 Miliar

PT Transjakarta mulai membidik pendapatan di luar tiket (non fair box revenue) dengan cara komersialisasi bidang periklanan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  19:11 WIB
Transjakarta Tawarkan Iklan Display, Bidik Pendapatan Rp100 Miliar
Karyawan berjalan di dekat armada bus yang terparkir di kantor PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) di Jakarta, Rabu (15/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Transjakarta mulai membidik pendapatan di luar tiket (non fair box revenue) dengan cara komersialisasi bidang periklanan.

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono menuturkan pihaknya akan menggandeng agen iklan (advertising agency) untuk mengelola iklan dari berbagai merek di aset milik Transjakarta.

"Ini pertama kali Transjakarta membuka peluang mendulang pendapatan non fair box. Kami tak mau main-main, targetnya Rp100 miliar untuk tahun pertama," katanya, Rabu (28/8/2019).

Menurut Agung, konsep kerja sama di bidang periklanan memiliki peluang yang sangat besar, baik untuk Transjakarta maupun mitra periklanan. Selama ini Transjakarta belum pernah mengeksplorasi potensi pendapatan di luar tiket karena telah mendapat suntikan subsidi (public service obligation/PSO) yang cukup besar dari Pemprov DKI.

Sebagai gambaran, dana PSO yang digelontorkan untuk Transjakarta pada tahun ini mencapai Rp3,2 triliun. Dana tersebut digunakan untuk subsidi tiket penumpang dan operasional sehari-hari. Dengan adanya pemasukan non fair box, Transjakarta berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan dengan PSO yang diberikan Pemprov DKI.

"Nilai awalnya memang belum terlalu besar. Namun, kami optimis bisa mengelola peluang ini di masa depan. Tujuannya memberi kontribusi untuk pemerintah, berapapun nilainya," ujarnya.

Dia menuturkan sudah membuka lelang untuk mencari mitra periklanan mulai saat ini hingga 3 September 2019. Proses pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi PT Transjakarta. Setelah itu, BUMD DKI yang bergerak di bidang transportasi umum tersebut akan menggelar beauty contest pada 27 September hingga 10 Oktober.

Pemenang mitra bisnis periklanan akan diumumkan secara resmi oleh Transjakarta pada 11 Oktober. Agung mengungkapkan pemenang lelang akan mengelola 1.521 unit bus yang beroperasi di 13 koridor dan non-koridor di berbagai wilayah di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Terkait skema bisnis, mitra periklanan terpilih diminta menerapkan bagi hasil (revenue sharing) dengan Transjakarta sebesar minimal 70% dari pendapatan kotor (gross revenue).

"Kami meminta mitra periklanan menyerahkan uang tanda jadi [signing fee] minimal Rp20 miliar yang dibayar dimuka setelah dinyatakan sebagai pemenang," imbuhnya.

Selain syarat-syarat administrasi, dia juga menegaskan bahwa mitra pengiklan atau perusahaan tidak dapat memilih rute dan jam operasional bus Transjakarta.

Konten iklan yang akan dipasang di badan dan interior bus juga tak boleh mengandung unsur SARA, politik, pornografi, rokok, dan alkohol.

"Mitra pengiklan juga diwajibkan memberikan laporan pengawasan [monitoring] kepada Transjakarta secara aktual dan berbasis teknologi informasi [TI]," ucap Agung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjakarta

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top