Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MRT Jakarta Atasi Gangguan PLN dengan Generator Mandiri dan Audit Teknologi

PT MRT Jakarta telah mempersiapkan mitigasi terhadap kemungkinan gangguan pasokan listrik dari PLN.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 19 September 2019  |  01:59 WIB
Penumpang turun dari kereta MRT saat dievakuasi di Jakarta, Minggu (4/8/2019). Gangguan listrik yang melanda Ibu Kota berdampak pada terhentinya operasi MRT Jakarta. - Antara
Penumpang turun dari kereta MRT saat dievakuasi di Jakarta, Minggu (4/8/2019). Gangguan listrik yang melanda Ibu Kota berdampak pada terhentinya operasi MRT Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT MRT Jakarta telah mempersiapkan mitigasi terhadap kemungkinan gangguan pasokan listrik dari PLN.

Seperti diketahui, pada Selasa (17/9/2019) sekitar pukul 05:10 WIB, gangguan pasokan listrik sempat melanda 11 stasiun MRT Jakarta.

Di antaranya Stasiun Lebak Bulus Grab, Fatmawati, Cipete Raya, Blok A, Blok M BCA, Senayan, Istora Mandiri, Setiabudi Astra, Dukuh Atas BNI, dan Bundaran HI.

Dampak dari gangguan pasokan ini hanya menyebabkan padamnya arus listrik di stasiun, seperti untuk penerangan, pendingin ruangan, dan alat transaksi. Sementara listrik untuk jalannya kereta MRT masih beroperasi normal sehingga tidak diperlukan evakuasi penumpang.

Saat kejadian berlangsung, sempat dilakukan penutupan stasiun selama 45 menit untuk dilakukannya proses restart sistem akibat perpindahan sumber listrik untuk operasi stasiun ke tenaga cadangan.

Kepala Divisi Corporate Secretary MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengungkap bahwa untuk mengetahui penyebab dari gangguan pasokan listrik tersebut, PT MRT Jakarta beserta pihak terkait termasuk PLN telah melakukan investigasi lengkap dan menyeluruh, termasuk perbaikan SOP petugas operasi dan pemeliharaan.

"Berdasarkan hasil investigasi awal, ditemukan bahwa terjadi kerdipan untuk sumber listrik yang berasal dari line 2 (CSW). Berdasarkan keterangan dari PLN, kondisi kerdipan untuk listrik 150 kV belum diatur dalam regulasi dan bersifat uncontrollable," ungkap Kamal dalam keterangan resminya, Rabu (18/9/2019).

Namun demikian, kerdipan listrik tersebut tidak berdampak pada pasokan listrik untuk operasi Ratangga, sehingga jalannya kereta tetap normal.

Oleh sebab itu, kini MRT Jakarta telah melakukan pemutakhiran Standard Operating Procedure (SOP), khususnya untuk penanganan perpindahan jalur sumber listrik antar line dan perpindahan ke generator sebagai backup untuk menjamin pasokan kelistrikan yang seamless atau tidak terputus.

"Selain pemutakhiran SOP, juga dilakukan upaya peningkatan kemampuan SDM Operasi dan Pemeliharaan dalam penanganan gangguan pasokan listrik sehingga diharapkan dapat mempercepat respon terhadap kejadian gangguan operasional, baik dalam bentuk serupa maupun bentuk gangguan lainnya," tambahnya.

Menurut Kamal, kerdipan listrik ini mampu mempengaruhi sistem teknologi yang rentan, seperti mesin pembaca kartu transaksi atau Automatic Fare Collection (AFC). Oleh sebab itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) akan melakukan audit terhadap komponen-komponen yang rentan terhadap gangguan listrik agar tak terjadi off system yang terlalu lama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik mrt
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top