Ini Manfaat Lain dari Pembangunan Infrastruktur Formula E

Pihak otoritas menjamin bahwa penyelenggaraan ajang balap internasional Formula E bakal mendatangkan manfaat ekonomi berganda (multiplier effect) buat DKI Jakarta.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 September 2019  |  21:05 WIB
Ini Manfaat Lain dari Pembangunan Infrastruktur Formula E
Anies Baswedan dan pengelola Formula E - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA — Pihak otoritas menjamin bahwa penyelenggaraan ajang balap internasional Formula E bakal mendatangkan manfaat ekonomi berganda (multiplier effect) buat DKI Jakarta.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur sirkuit di kawasan Monas yang notabene berada di jantung Ibu Kota, memiliki tantangan tersendiri. Sehingga, pemprov perlu menghindari hal-hal kontraproduktif sebagai konsekuensi penyelenggaraan ajang balap mobil listrik ini.

Oleh sebab itu, beberapa hal perlu diperhatikan oleh pihak otoritas, agar persiapan jelang hari-H balapan pada 20 Juni 2020 nanti tak menimbulkan kontroversi. Berikut di antaranya :

Perlu Penataan Kawasan

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga meminta pemerintah provinsi DKI Jakarta benar-benar memastikan segala dasar hukum dan izin dari pembangunan sirkuit tak ada yang melanggar aturan.

Terlebih, lokasi sirkuit akan berada di kawasan Ring 1, di mana terdapat istana negara, Kedutaan Besar Amerika Serikat, serta lalu lintas menuju pusat-pusat kegiatan ibu kota.

"Kesempatan ini harus dimaksimalkan pemprov DKI dengan mewujudkan transportasi massal berbasis listrik, kendaraan listrik, dan terobosan pemanfaatan energi terbarukan," ujarnya kepada Bisnis, Senin (23/9/2019).

"Selain itu, penataan dan optimalisasi fasilitas pendukung menyambut perlombaan ini, seperti akomodasi penginapan tamu atau penonton dari dalam dan luar negeri, penyediaan transportasi massal dan kantong-kantong parkir menuju kawasan, serta promosi restoran, pusat perbelanjaan, taman-taman, kawasan bersejarah untuk mendapatkan dampak ekonomi dari perlombaan formula E," tambahnya.

Bantu Pengembangan Pembalap Muda

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa berharap dampak pembangunan infrastruktur penyelenggaraan Formula E akan memberikan manfaat munculnya bibit-bibit pembalap muda Tanah Air.

"Apakah kita menunggu pembalap kita jadi dulu baru bikin kejuaraan dunia? Atau kita bikin kejuaraan dunia dan pembalap akan lahir sendiri? Kalau kita mau paksakan pembalap masuk, ini semua tim profesional. Mereka membayar pembalap untuk balapan. Kalau membayar, maka butuh yang kompetensinya tinggi," jelas Sadikin.

Menurut Sadikin, infrastruktur merupakan unsur signifikan yang mampu membantu pengembangan pembalap Indonesia. Oleh sebab itu, sirkuit Formula E bisa dimanfaatkan sebagai batu loncatan para pembalap muda, selepas lulus dari ajang Gokar di sirkuit skala kecil Indonesia.

"Sekarang ini yang ada di depan mata cuma Sean Gelael dan Rio Haryanto. Apakah sudah masuk levelnya? Belum tahu, karena mereka [tim pabrikan] yang memilih. Kita tidak bisa memaksakan. Coba bayangin, F1 itu puncak. Tapi kenapa banyak pembalap F2 pindah ke Formula E? Ini menandakan bahwa Formula E levelnya sudah naik. Tidak sembarang pilih pembalap. Ini akan jadi balapan yang seru," tambahnya.

Mendorong Investasi

Wakil ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mendukung penuh perhelatan ini. Menurutnya, dengan menjadi penyelenggara Formula E, tingkat kepercayaan investor dapat tumbuh untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Kedua, Formula E pun sanggup dimanfaatkan sebagai ajang memperkenalkan wajah ibu kota kepada calon-calon investor yang belum familiar dengan Jakarta.

Ketiga, dampak ekonomi yang lain yang akan kita rasakan adalah akan terjadinya peningkatan okupansi hotel atau penginapan.

"Hotel, restoran, pusat hiburan malam, serta kunjungan ke pusat perbelanjaan pasti bertambah. Selain itu, ajang Formula E juga membuka peluang bisnis bagi pelaku UMKM untuk membuat suvenir atau mechandise untuk dijual kepada penonton," ujar Sarman dalam keterangan reaminya, Minggu (22/9).

Sarman optimistis adu balap mobil listrik Formula E akan dikunjungi banyak penonton. Oleh sebab itu, Kadin DKI berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan pemprov menggencarkan pembinaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam rangka menyambut event ini.

Nilai Tambah Pengelolaan Sirkuit

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto pun membenarkan bahwa infrastruktur Formula E yang akan dibangunnya, bukanlah infrastruktur sekali pakai.

Dwi menjelaskan bahwa sebagian PMD yang diberikan pemprov kepada Jakpro juga akan dimanfaatkan untuk pengelolaan sirkuit.

"Bisa saja nanti kalau dimanfaatkan oleh IMI, atau segala macem. Jadi kita sebagai pengelola. Tapi belum sampai ke sana, IMI sampai saat ini masih selaku governing body. Pemanfaatan jalur nanti tergantung kerja samanya. Misalnya bagi hasil atau bagaimana nanti," ujar Dwi kepada Bisnis.

Dwi menjelaskan bahwa penyelenggaraan Formula E pada Juni 2020 bukan hanya menguntungkan Jakpro. Tapi juga ke sektor-sektor lain, seperti hotel, pariwisata, dan hiburan, sebab bertepatan dengan Jakarta Fair 2020.

"Bayangin yang masuk ke sini itu 12 tim. Satu tim itu bawa kurang lebih 100-200 orang. Artinya, dari tim pembalap aja udah hampir 20.000 orang. Penonton pun saya dengar kalau dari hitungan konservatif 30.000 sampai 35.000. Mereka kan ada juga penonton loyal. Nanti bisa saja kita bikin di HI nonton bareng segala macam. Jadi jangan dilihat satu event saja. Kita ada pre event dan side event, belum lagi push event di Jakarta Fair setelah itu," tambah Dwi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jakarta, Formula E Championship

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top