Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Ganjil Genap, Transjakarta Tambah 59 Armada

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi Nadia Diposanjoyo mengungkapkan jumlah pelanggan Transjakarta saat ini meningkat 12% dibanding periode sebelum aturan pembatasan kendaraan dilaksanakan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 23 September 2019  |  20:28 WIB
Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Ganjil Genap, Transjakarta Tambah 59 Armada
Bus Transjakarta melintasi Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019) - Bisnis/Akhirul Anwar

Bisnis.com, JAKARTA – PT Transjakarta menambah 59 unit armada untuk mengantisipasi penambahan pelanggan setelah diterapkannya kebijakan perluasan ganjil genap.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi Nadia Diposanjoyo mengungkapkan jumlah pelanggan Transjakarta saat ini meningkat 12% dibanding periode sebelum aturan pembatasan kendaraan dilaksanakan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI. Sementara itu, kecepatan bus di wilayah yang bersentuhan dengan kebijakan ganjil-genap bertambah 21,5%.

“Setelah meneliti dampak di lapangan, kami akan menambah 59 unit bus di rute yang bersentuhan dengan perluasan wilayah ganjil-genap,” katanya, Senin (23/9/2019).

Dia menuturkan kebijakan perluasan ganjil-genap berdampak positif bagi Transjakarta.

Menurutnya, kenaikan jumlah penumpang tersebut menunjukkan cukup banyak warga DKI banyak yang mulai menggunakan kendaraan untuk beraktivitas sehari-hari.

“Transjakarta akan melakukan evaluasi secara terus-menerus selama kebijakan tersebut berlaku,” imbuhnya.

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan jumlah penumpang Transjakarta terus meroket sejak aturan ganjil genap diterapkan oleh Pemprov DKI.

Transjakarta terus memecahkan rekor jumlah penumpang selama penerapan ganjil genap sejak 9 September silam. “Jumlah tertinggi 919 ribu penumpang per hari,” ujarnya ketika dikonfirmasi.

Berdasarkan data, pelanggan Transjakarta menembus angka 907 ribu orang per hari pada periode awal pelaksanaan ganjil genap atau tepatnya pada 12 September 2019.

Adapun, realisasi rata-rata penumpang Transjakarta sebelum sosialisasi ganjil genap pada April 2019 sempat menyentuh angka tertinggi 773.816 penumpang/hari.

Menurutnya, jumlah penambahan penumpang terbanyak dengan realisasi terpadat berada di sepanjang koridor I Blok M-Kota. Seperti diketahui, koriodor pertama Transjakarta tersebut saat ini diisi dengan rute bus dengan banyak tujuan.

Transjakarta saat ini mengelola 3.305 bus yang beroperasi atau mengangkut penumpang di 23 rute bus rapid transit (BRT), 23 rute NON-BRT, dan 48 rute Mikro Trans.

Penerapan sanksi bagi pelanggar akan dimulai pada 9 September 2019. Penerapan ganjil-genap di DKI Jakarta dilaksanakan Senin-Jumat mulai pukul 06.00-10.00 dan 16.00-21.00 WIB kecuali hari libur nasional.

Total ada 25 ruas jalan di Jakarta yang terkena perluasan sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap, antara lain jalan RS Fatmawati, jalan Panglima Polim, jalan Sisingamangaraja, jalan Pramuka, jalan Salemba Raya, jalan Kramat Raya, jalan Gunung Sahari, jalan Majapahit, jalan Gajah Mada, jalan Hayam Wuruk, jalan Suryopranoto, jalan Balik Papan, dan jalan Tomang Raya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjakarta

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top