APBD DKI Defisit, PSI Minta Formula E Dibatalkan

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD DKI Jakarta melayangkan kritik terkait penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E di Ibu Kota pada Juni 2020.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 07 November 2019  |  19:39 WIB
APBD DKI Defisit, PSI Minta Formula E Dibatalkan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melihat mobil Formula E - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD DKI Jakarta melayangkan kritik terkait penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E di Ibu Kota pada Juni 2020.

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anthony Winza Probowo mengatakan Pemprov DKI seharusnya membatalkan Formula E lantaran APBD DKI 2020 mengalami defisit.

Anthony juga mempertanyakan alasan Gubernur DKI Anies Baswedan yang justru memprioritaskan Formula E dibandingkan program lain yang lebih penting, misalnya renovasi sekolah atau penambahan akses air bersih untuk warga.

"Dana Rp1 triliun ini lebih logis kalau dipakai untuk sesuatu yang bersifat modal jangka panjang, misalnya infrastruktur yang dipakai untuk belajar siswa. Daripada digunakan untuk kegiatan festival panggung harian dan kebut-kebutan beberapa jam saja," kata Anthony di Gedung DPRD DKI, Kamis (7/11/2019).

Anthony menilai penyelenggaraan kegiatan Formula E untuk kampanye penggunaan mobil listrik juga tak tepat sasaran. Menurutnya, Gubernur Anies seharusnya membangun sarana dan prasarana penunjang, misalnya stasiun pengisi daya (charging station) di ruang publik.

Anthony juga meminta Pemprov DKI membeli lebih banyak bus listrik untuk Transjakarta jika ingin memperluas sosialisasi penggunaan kendaraan berbahan bakar nonfosil.

Anggota Komisi C DPRD DKI tersebut mengatakan penyelenggaraan Formula E di Jakarta tahun 2020 mendatang akan menghabiskan anggaran yang tidak sebanding lantaran akan berlangsung dalam satu hari, bahkan beberapa jam saja.

"Pemerintah seperti mau gaya-gayaan atau terlihat kaya di mata dunia internasional. Padahal, kita masih miskin bahkan defisit anggaran. Apakah ini pantas?" ungkapnya.

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI lainnya Anggara Wicitra Sastroamidjojo menegaskan pihaknya menolak rencana kegiatan Formula E yang akan diselenggarakan pada Juni 2020.

Menurut Anggara program tersebut tidak sepatutnya menggunakan APBD DKI karena tak berpengaruh untuk masyarakat Jakarta.

"Jika bisa dengan dana swasta, mengapa kita harus memakai uang rakyat dalam pelaksanan kegiatan?" imbuh Anggara.

Alasan lainnya, PSI merasa anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan balap mobil Formula E terlalu besar. Pemprov DKI dan PT Jakarta Propertindo, lanjutnya, juga belum menjabarkan kajian analisis investasi hingga saat ini.

Anggara mengaku akan mencoba membatalkan anggaran Formula E di rapat badan anggaran (Banggar) minggu depan. Sebagian besar anggota dewan sudah menyetujui kegiatan tersebut saat rapat tingkat komisi.

"Sekali lagi, ini uang rakyat. Mohon [Formula E] dibatalkan sampai kajiannya lengkap dan diterima semua fraksi," jelas Anggara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai solidaritas indonesia, Formula E Championship

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top