Anggaran Komputer Rp128,9 Miliar : Anthony PSI Bantah Bocorkan Info Anggaran ke Wartawan

Anggota Partai Solidaritas Indonesia Anthony Probowo membantah tuduhan politisi PDI Perjuangan Cinta Mega bahwa dirinya telah menyebarkan informasi anggaran ke wartawan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  18:15 WIB
Anggaran Komputer Rp128,9 Miliar : Anthony PSI Bantah Bocorkan Info Anggaran ke Wartawan
Anggota Komisi C DPRD DKI dari Fraksi PSI Anthony W. Probowo. - Twitter@psi_id

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah kasus aibon reda, kini muncul polemik soal anggaran komputer dalam pembahasan APBD DKI Jakarta.

Politisi PDI Perjuangan Cinta Mega menuduh anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anthony Probowo membocorkan informasi anggaran ke wartawan.

Anggota Partai Solidaritas Indonesia Anthony Probowo membantah tuduhan bahwa dirinya telah menyebarkan informasi anggaran ke wartawan.

Kejadian tersebut bermula saat Anthony mempertanyakan anggaran pembelian satu set komputer seharga Rp128,9 miliar oleh Badan Pajak dan Retribusi DKI Jakarta. Pertanyaan soal anggaran pembelian komputer terjadi saat pembahasan APBD di Komisi C DPRD DKI.

Menurut Anthony anggaran tersebut sangat fantastis dan tidak masuk akal mengingat hanya satu unit komputer yang dibeli.

Atas ucapan Anthony, politisi PDI Perjuangan Cinta Mega menuduh politisi PSI tersebut menyebarkan informasi anggaran kepada wartawan.

"Saya kaget kok malah dituding menyebarkan informasi ke wartawan. Padahal, saya ngomong itu di rapat. Forum resmi Komisi C dan rapat tidak dinyatakan tertutup sejak awal, berarti terbuka dong," ujarnya di DPRD DKI, Jumat (6/12/2019).

Menurut Anthony, tudingan Cinta Mega bahwa dia menyebarkan informasi kepada wartawan tidak benar. Pasalnya, baik Anthony maupun PSI sama sekali tidak mengontak atau memberikan informasi kepada media massa.

Anthony menilai wartawan yang memberitakan informasi soal anggaran pembelian komputer seharga Rp128,9 miliar hadir saat Komisi C membahas anggaran BPRD DKI. Apalagi, rapat komisi memang terbuka untuk masyarakat umum sehingga siapapun boleh ikut memantau jalannya diskusi.

Anthony juga mempertanyakan tudingan sesama anggota dewan terkait tugas mereka sendiri, yaitu mengawasi anggaran yang diajukan oleh eksekutif. Hal itu merujuk pada sanksi yang diberikan Badan Kehormatan DPRD DKI kepada koleganya di PSI, yaitu William A. Sarana.

"Ketika kita buka anggaran di dalam rapat diprotes, buka di luar rapat juga diprotes. Saya jadi bingung, harus buka di mana lagi? Saya benar-benar ngomong itu di rapat dan tidak pernah share rilis apa pun ke media," ucap Anthony.

Meski sudah dituding oleh politisi PDI Perjuangan, Anthony mengaku tidak takut dan tetap menjalankan tugas sebagai pengawas kinerja eksekutif, khususnya soal penyusunan APBD DKI.

Anthony menegaskan tidak takut jika ada pihak yang melaporkan dirinya ke BK DPRD DKI seperti yang terjadi pada William.

"Pasti akan tetap kritis. Kalau masalah takut dilaporin ke BK atau dilaporin ini itu, saya pikir ga ada yg perlu ditakuti. Kenapa? Teman kita buka-buka anggaran di luar kena, saya buka dengan hormat di dalam rapat, lho. Semua kutipannya saya pikir akurat kok dikutip verbatimnya," ucap Anthony.

Sebelumnya, BPRD DKImengajukan anggaran untuk membeli satu set komputer seharga Rp128,9 miliar.

Berdasarkan situs apbd.jakarta.go.id, anggaran tersebut dialokasikan di kegiatan BPRD DKI tahun anggaran 2020 dengan program "Pengelolaan dan Pelayanan Pajak Daerah" dan kegiatan "Peningkatan Kapabilitas Data Analytic dan Manajemen Resiko".

Total dana yang dialokasikan belanja barang dan jasa sebesar Rp128,9 miliar untuk Komputer Mainframe Z14 ZR1, 9 unit storage, module RJ45, dan baterai UPS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komputer, dprd dki

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top