Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Integrasi Transportasi Rel, MRT dan KAI Bentuk Joint Venture

Pembentukan perusahaan patungan menjadi langkah awal integrasi transportasi massal antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  10:26 WIB
Rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus-Bundaran HI melintas di Stasiun Fatmawati, Jakarta, Rabu (8/5/2019). - Antara
Rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus-Bundaran HI melintas di Stasiun Fatmawati, Jakarta, Rabu (8/5/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pembentukan perusahaan patungan menjadi langkah awal integrasi transportasi massal antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta.

Pihak BUMN diwakili PT Kereta Api Indonesia (Persero), sementara BUMD diwakili PT MRT Jakarta melakukan kerja sama integrasi manajerial dengan membentuk perusahaan joint venture.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi cepatnya eksekusi perusahaan patungan yang ownership-nya akan dimiliki oleh PT MRT Jakarta 51 persen, sementara PT KAI 49 persen.

"Kita menyampaikan apresiasi rencana integrasi transportasi di Jakarta memasuki babak baru. Kini angkutan kereta api dengan angkutan darat di Jakarta akan diintegrasikan. Itu artinya jutaan penduduk Jakarta akan bisa berpindah dari satu moda ke moda lain secara leluasa, secara mudah. Integrasi ini dalam aspek manajemen, dalam aspek rute, dan dalam ticketing," ungkapnya, Senin (9/12/2019).

Harapannya, integrasi di berbagai aspek ini sanggup memberikan pelayanan lebih bagi para penumpang kereta api. Agar semakin mudah berpindah antarmoda berbasis rel maupun antara transportasi rel dengan angkutan darat.

"Ini terjadi kami sampaikan apresiasi kepada bapak Presiden Jokowi yang sudah memberikan instruksi, arahan, sehingga kita semua punya landasan untuk bergerak. Yang kedua, apresiasi kepada pak Menteri BUMN dan Wamen yang telah bekerja cepat sesudah ada arahan untuk eksekusi. Sehingga kita dalam waktu kurang dari 2 bulan, sudah tuntas sampai HoA. Terima kasih juga untuk PT KAI," tambah Anies.

Dalam penandatanganan ini, turut hadir Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo yang menargetkan perusahaan baru ini akan efektif terbentuk pada awal tahun 2020, sebagai wujud komitmen BUMN dalam bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur dan konektivitas.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro menjamin percepatan pembentukan perusahaan demi mendongkrak minat masyarakat semakin giat lagi menggunakan transportasi massal.

Tiga Tugas Awal

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengungkap bahwa perusahaan baru ini berwenang melakukan pengelolaan jalur kereta api dan penataan kawasan stasiun.

"Setelah perusahaan baru terbentuk, tiga tugas awal yakni penataan kawasan stasiun, studi tentang integrasi kawasan Jabodetabek, dan perencanaan pengelolaan kawasan Transit Oriented Development [TOD]," ungkap William.

William berharap dengan adanya integrasi kelembagaan ini, kenyamanan masyarakat pengguna transportasi publik meningkat.

Terlebih, integrasi tiket dan tarif dengan kereta commuter line, kereta bandara, Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta maupun Jabodebek, serta Transjakarta tengah digodok dan diproyeksi akan tercipta dalam waktu dekat.

"Kalau dengan KCI, kan Bank Indonesia kan sudah menargetkan satu kartu bisa terintegrasi, targetnya kan Januari 2022 terintegrasi dengan seluruh moda transportasi di DKI," tambahnya.

Turut hadir pula Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo yang berharap perusahaan baru ini mampu membantu mengoptimalkan penataan kawasan stasiun di Jakarta.

"Terutama soal loop line yang menghubungkan dari satu stasiun ke stasiun lain di Jakarta, penataan dan pembangunan kawasan stasiun terutama menata ojek online, dan mengoptimalkan layanan angkutan darat seperti Transjakarta dan turunannya menjadi angkutan feeder," ujar Syafrin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt bumn pt kereta api indonesia
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top