Agung Wicaksono Mundur dari Dirut Transjakarta, Apa Kabar Integrasi Transportasi?

Agung yang juga mantan Direktur Operasional PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tersebut mengatakan tugasnya untuk mengintegrasikan Transjakarta, MRT dan light rail transit (LRT) sudah rampung.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  10:45 WIB
Agung Wicaksono Mundur dari Dirut Transjakarta, Apa Kabar Integrasi Transportasi?
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Agung Wicaksono (kedua kiri) mendampingi siswa Sekolah Dasar Sampoerna Academy saat mengunjungi kantor pusat TransJakarta, di Jakarta, Selasa (25/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Agung Wicaksono memutuskan mundur dari posisi Direktur Utama PT Transjakarta dengan alasan utama ingin fokus pada masa depan keluarga.

Agung yang juga mantan Direktur Operasional PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tersebut mengatakan tugasnya untuk mengintegrasikan Transjakarta, MRT dan light rail transit (LRT) sudah rampung. Lebih dari satu juta pelanggan per hari terlayani dalam sistem transportasi JakLingko.

"Terima kasih Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan telah mengizinkan saya mengundurkan diri karena alasan pribadi untuk kebutuhan dan masa depan keluarga saya," katanya seperti dikutip dalam siaran pers, Jumat (24/1/2020).

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran direksi dan karyawan Transjakarta karena sudah menunjukkan dan membangun transportasi publik masa depan di Jakarta.

Agung juga menghaturkan terima kasih kepada seluruh elemen Pemprov DKI Jakarta yang sudah memberi kesempatan untuk berkontribusi mengembangkan layanan transportasi di DKI Jakarta selama 3 tahun, yakni dua tahun di MRT Jakarta dan setahun lebih di Transakarta.

"Saya memohon maaf apabila selama bertugas masih banyak kekurangan. Meski tidak lagi berkontribusi langsung, saya yakin transportasi di Jakarta akan terus berkembang dan maju sesuai dengan yang dicita-citakan," imbuhnya.

Agung menuturkan integrasi pertama terjadi antara Transjakarta dan MRT di awal tahun 2019. Dilanjutkan dengan integrasi antara Transjakarta dan LRT.

Sampai saat ini, ada 65 rute integrasi MRT, 20 rute integrasi LRT, dan 156 rute integrasi KRL. Adapun, Mikrotrans telah tergabung dengan Transjakarta sebanyak 69 rute, menjadi satu dalam program JakLingko.

"Misi integrasi paling iconic yang akan ada di Jakarta yaitu skybridge dan Cakra Selaras Wahana. Integrasi ini menghubungkan antara Halte koridor 13 Transjakarta CSW dengan stasiun MRT ASEAN yang pembangunannya telah kami mulai kemarin," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjakarta, Integrasi transportasi Jabodetabek

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top