Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Depok Lirik Pembangunan Angkutan Umum Berbasis Rel, Ini Rutenya

Wacana pembangunan sarana angkutan berbasis rel dilontarkan Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat. Wacana ini disebutkan berdasar pada studi ilmiah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  08:23 WIB
Ilustrasi-Kendaraan bermotor terjebak kemacetan lalu lintas di jalan di atas Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi II yang belum beroperasi di Depok, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi-Kendaraan bermotor terjebak kemacetan lalu lintas di jalan di atas Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi II yang belum beroperasi di Depok, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, DEPOK - Wacana pembangunan sarana transportasi massal berbasis rel dilontarkan Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat. Wacana ini disebutkan berdasar pada studi ilmiah.

Wacana pembangunan transportasi berbasis rel dimunculkan untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di kota yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta tersebut.

"Wacana ini ilmiah karena berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan oleh para pakar," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Kamis (30/1/2020).

Pemkot Depok, kata Idris, hanya mengeluarkan dan mengambil kebijakan kalau memang secara ilmiah bisa dilakukan

Idris mengatakan pihaknya baru melakukan kunjungan ke Kemenhub dan melakukan diskusi terkait dengan transportasi berbasis rel tersebut.

"Sebenarnya saya bertemu dengan Sekjen Kemenhub terkait dengan masalah transportasi dan lalu lintas. Namun pada saat yang sama saya ajukan studi kelayakan transportasi berbasis rel untuk dikaji," kata Idris.

Menurut Idris, dalam studi kelayakan transportasi rel yang disusun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, akan dibangun empat jalur koridor yang nanti terhubung dengan moda transportasi lainnya.

Keempat koridor tersebut, yakni koridor 1 sepanjang 10,8 km yang dimulai dari Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina sampai Stasiun LRT Cibubur. Koridor 2 sepanjang 16,7 km dari TOD Depok Baru sampai Cinere dan diharapkan dapat terkoneksi dengan stasiun MRT Lebak Bulus.

Koridor 3 sepanjang 10,7 km mulai dari TOD Depok Baru sampai Bojongsari dan koridor 4 sepanjang 13,8 km mulai dari TOD Depok Baru sampai TOD Gunung Putri.

Idris berharap proyek pembangunan transportasi publik berbasis rel ini bisa ditetapkan menjadi Proyek Strategi Nasional (PSN) serta direalisasikan serta bisa mendapatkan pendampingan dari Kemenhub.

Dikatakan Idris gagasan, usulan produktif, dan saran-saran disampaikan secara dialogis antara Pemkot Depok dengan pihak Kemenhub dan stakeholdernya. Diharapkan, proyek ini bisa menghasilkan solusi dalam menyelesaikan persoalan kemacetan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi massal depok

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top