Formula E tak Boleh Lewati Monas, Anies Santai Rancang Rute Baru

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak santai menanggapi keputusan pemerintah pusat yang tak mengizinkan ajang balap mobil listrik Formula E di dalam kawasan Monumen Nasional (Monas).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  17:56 WIB
Formula E tak Boleh Lewati Monas, Anies Santai Rancang Rute Baru
Suasana proyek revitalisasi kawasan Monas Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020) - Bisnis/Feni Freycinetia

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak santai menanggapi keputusan pemerintah pusat yang tak mengizinkan ajang balap mobil listrik Formula E di dalam kawasan Monumen Nasional (Monas).

Sebelumnya, Kementerian Sekretariat Negara lewat Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka (Komrah) memberikan sinyal 'lampu merah' tersebut pada Rabu (5/2/2020) malam.

Mereka turut mengundang Anies dalam pertemuan itu, utamanya untuk membahas proyek Revitalisasi Monas.

"Yang penting dari pertemuan itu adalah revitalisasi [Monas] akan dituntaskan. Kalau soal Formula E sih, tinggal cari rute," ujarnya ketika ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Anies menceritakan hanya ada pembahasan singkat dengan pihak pemerintah pusat terkait Formula E dalam rapat tersebut. Menurutnya, pendapat beberapa anggota Komrah yang tak sepakat adanya ajang balap di Monas sebagai Cagar Budaya patut dihormati.

"Keputusan itu kita hormati dan kami percaya Inysa Allah banyak hikmahnya. Jadi kita begitu. Makanya pembahasannya tidak lama, kok. Siapa yang ada di ruangan itu pasti ingat. begitu tidak dianjurkan, tidak di Monas, ya sudah. Maka Pemprov DKI akan cari [rute sirkuit] yang baru," tambahnya.

Sikap santai Anies ini beralasan. Pasalnya, alternatif pembangunan sirkuit sebenarnya tak memiliki batasan. Terpenting, tak melebihi 3 km sebagai batas daya tahan baterai mobil listrik balap tersebut.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara balapan dan perancang lintasan untuk menengok lokasi sirkuit yang baru. Namun, Anies belum mau menjelaskan lebih lanjut di mana saja alternatif calon road circuit tersebut berada.

"Karena itulah tim rute datang sore ini. Jam setrgah 6 nanti mereka mendarat, kemudian mereka akan langsung melihat beberapa tempat bersama dengan tim dari Bina Marga, tim dari Jakpro [PT Jakarta Propertindo] dan eksekutif komitenya," ungkap Anies.

Dalam catatan Bisnis, Pemprov DKI Jakarta menggelontorkan hingga Rp1,5 triliun untuk penyelenggaraan Formula E dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 dan 2020.

Di antaranya, senilai Rp346 miliar untuk commitment fee penyelenggaraan musim 2019/2020 dalam APBD Perubahan 2019 dan senilai £22 juta (setara Rp379 miliar) untuk commitment fee penyelenggaraan musim 2019/2020 dalam APBD 2020.

Selain itu, pemprov pun menganggarkan Rp600 juta untuk biaya praevent, biaya asuransi €35 juta (setara Rp556 miliar), serta penyertaan modal daerah (PMD) untuk PT Jakarta Propertindo selaku pembangun sarana-prasarana senilai Rp305 miliar dalam APBD 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Formula E Championship

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top