Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov DKI Akan Terlibat Aktif Tangani Banjir Underpass Kemayoran

"Yang menjadi perhatian utama adalah kepentingan masyarakat, bukan perdebatan mengenai kepemilikan dan pengelolaan asetnya, ujar Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  20:18 WIB
Sejumlah anak bermain saat banjir menutup terowongan di jalan Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Banjir di kawasan tersebut diakibatkan intensitas hujan yang tinggi dan drainase yang buruk. - Antara
Sejumlah anak bermain saat banjir menutup terowongan di jalan Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Banjir di kawasan tersebut diakibatkan intensitas hujan yang tinggi dan drainase yang buruk. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku bakal terlibat aktif dalam penanganan genangan air di Underpass Kemayoran yang kini menjadi langganan banjir.

"Yang menjadi perhatian utama adalah kepentingan masyarakat, bukan perdebatan mengenai kepemilikan dan pengelolaan asetnya,” ujar Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho, dalam keterangan resminya, Senin (10/2/2020).

Kepala Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho mengaku Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Sekretariat Negara RI, untuk melakukan perbaikan rancangan Underpass Gandhi Kemayoran.

“Untuk saat ini masalah bisa diselesaikan dengan segera walaupun berulang kali underpass tersebut tergenang kembali pada saat curah hujan tinggi," ungkap Hari.

"Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk secara bersama-sama melakukan perbaikan yang diperlukan agar problem ini bisa diseleaikan secara permanen, sekaligus juga mengenai perbaikan jalan lingkungan yang berada di kawasan Kemayoran," tambahnya.

Pemprov DKI pun hingga kini selalu menugaskan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) DKI Jakarta untuk turut bertugas guna mempercepat surutnya banjir di underpass tersebut.

Seperti diketahui, hujan lebat yang mengguyur sejumlah kawasan di DKI Jakarta pada Jumat malam (7/2) hingga Sabtu siang (8/2), termasuk di Kemayoran, telah menyebabkan Underpass Gandhi Kemayoran terendam banjir lagi hingga tujuh meter.

Kepala Peleton Grup Sektor VI Kemayoran Disgulkarmat Provinsi DKI Jakarta Mulandono menjanjikan bahwa penyedotan air dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat dan telah tuntas lantaran banjir di kawasan tersebut telah surut pada Senin pago (10/2).

Petugas Disgulkarmat Provinsi DKI Jakarta pun terus melakukan pembersihan sisa lumpur agar dapat kembali dilalui kendaraan.

"Sebanyak 12 unit pompa milik petugas gabungan dikerahkan untuk menyedot genangan dan di Underpass Gandhi Kemayoran," ujar Mulandono.

Mulandono menambahkan, rincian pompa mobile tersebut, yaitu 4 unit pompa mobile milik Disgulkarmat Provinsi DKI Jakarta, 5 unit pompa mobile milik Kementerian PUPR, 1 unit pompa mobile dari Armabar TNI AL, dan 2 unit pompa mobile dari Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran.

"Pompa mobile yang dikerahkan itu dengan kapasitas 200 sampai 300 liter per detik. Sejak pukul 09.30 WIB, underpass telah bersih dari lumpur dan dapat dilalui kendaraan," tambah Mulandono.

Untuk diketahui, di DKI Jakarta terdapat 25 underpass, 19 di antaranya dikelola oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta dan 6 lainnya dikelola oleh Pemerintah Pusat dan Swasta.

Keseluruhan underpass kini telah dipastikan tidak terdapat genangan dan banjir. Di wilayah Kemayoran sendiri, terdapat 2 underpass, satu yang kini menjadi sorotan akibat menjadi langganan banjir, yakni Underpass Gandhi Kemayoran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top