Formula E Harus Ikut Dorong Penyediaan Bus Listrik

Pengamat Transportasi Muslich Zainal Asikin berharap balap mobil listrik Formula E di Jakarta bisa mendorong ketersediaan bus listrik menjadi lebih masif di Ibu Kota.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  17:53 WIB
Formula E Harus Ikut Dorong Penyediaan Bus Listrik
Kejuaraan Super GT 2017 di Twin Ring Motegi - Nissan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat Transportasi Muslich Zainal Asikin berharap balap mobil listrik Formula E di Jakarta bisa mendorong ketersediaan bus listrik menjadi lebih masif di Ibu Kota.

Terutama, ujar Zainal, untuk PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang angkutan jalan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Masak mau melihat balapan yang ramah lingkungan, akomodasi penonton pakai bus mesin bakar [konvensional]. Saya harap mulai diperkenalkan itu [bus listrik] sebagai bagian campaign, kalau perlu pengadaannya semakin banyak," ungkap Zainal kepada Bisnis, Selasa (11/2/2020).

Pasalnya, menurut Zainal, bus kota masih akan menjadi tulang punggung transportasi massal di Ibu Kota, seiring persiapan pembangunan infrastruktur transportasi rel kereta Moda Raya Terpadu (MRT) atau Lintas Raya Terpadu (LRT).

Oleh sebab itu, Formula E sebagai salah satu bagian dari kampanye high technology angkutan jalan berbasis listrik harus dimanfaatkan secara optimal untuk mem-branding Jakarta dari sisi penggunaan transportasi listrik.

"Kalau jadi [terselenggara] di Monas, Formula E ini punya multiplier effect yang besar buat Jakarta dan banyak aspek. Bidang transportasi pun ikut kebagian saling promosi," ujarnya.

"Perusahaan transportasi kita bisa mempromosikan Formula E. Sebaliknya, Jakarta bisa dipromosikan sebagai kota yang terbuka pada transportasi berbasis listrik. Saya harap terutama [investor atau perusahaan] yang bikin bus kota yang semakin mudah masuk ke sini," tambah Zainal.

Zainal berharap Formula E mampu mendongkrak awareness masyarakat terkait teknologi kendaraan listrik. Sehingga tren kendaraan di Indonesia berubah dan kendaraan ramah lingkungan menjadi yang utama.

"Kalau kita sekarang, mohon maaf, kendaraan keren itu yang kencang larinya, suaranya [juga]. Kalau buat pejabat, yang lebar, cc-nya [kapasitas mesin] besar, biar nyaman, misalnya. Dengan kampanye di acara-acara Formula E nanti kan terbukti, yang masih ndeso bisa tahu, 'kendaraan listrik ternyata kencang, padahal enggak ada bunyinya'," ungkapnya sembari bercanda.

"Selain itu, buat yang akhirnya benar-benar nge-fans sama Formula E pasti kan berpikir untuk naik MRT, LRT, bus listrik, ojek atau taksi yang listrik juga. Ini loh, mindset masyarakat yang kita harapkan setelah adanya ajang ini," ujar Zainal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jakarta, Formula E Championship

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top