Bursa Cawagub DKI: Serba Molor dan Gelagat Pisah Ranjang PKS-Gerindra

Perebutan kursi DKI-2 pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan antara PKS dan Gerindra diproyeksi kembali berjalan panas akibat ego masing-masing partai.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  00:33 WIB
Bursa Cawagub DKI: Serba Molor dan Gelagat Pisah Ranjang PKS-Gerindra
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perebutan kursi DKI-2 pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan antara PKS dan Gerindra diproyeksi kembali berjalan panas akibat ego masing-masing partai.

Rencana PKS dan Gerindra untuk mempertemukan masing-masing calon mereka, Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria pun kandas. Molor dari rencana yang sebelumnya tercatat pada Senin (10/2/2020).

Ketika dikonfirmasi Bisnis.com, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin dan Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif kompak berujar nantinya pertemuan akan dijadwalkan kembali, tanpa mengungkap kapan waktu pastinya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Gerindra Mohamad Taufik mengungkap pertemuan dengan PKS kemungkinan besar akan berlangsung pada minggu depan, memasuki akhir Februari 2020.

Sementara terkait progres tata tertib pemilihan yang juga molor dari target, Taufik menjelaskan mulai minggu depan itu pula Rapat Pimpinan Gabungan untuk membahas dan Rapat Paripurna untuk mengesahkan, masih menunggu sembuhnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

"Insyaallah mulai Senin Rapimgab terus sampai selesai, Paripurna pengesahan tata tertib, pembentukan panitia pemilihan, kemudian ada proses verifikasi wagub itu akan dilakukan secara terbuka di Paripurna. Insyaallah dalam sebulan ini bisa selesai," ujarnya, Selasa (11/2/2020).

Nantinya, apabila Rapimgab dan Paripurna memenuhi kuorum atau kehadiran anggota minimal 50 persen+1, proses verifikasi tersebut dapat berupa tanya-jawab antara wakil tiap Fraksi Parpol DPRD DKI Jakarta dan kandidat. Taufik pun masih optimistis sebelum memasuki Maret 2020, seluruh proses pemilihan telah selesai dan DKI Jakarta sudah memiliki wakil gubernur yang baru pengganti Sandiaga Uno.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai bahwa progres yang serba molor dalam pemilihan wagub DKI merupakan pertanda kedua parpol beserta kolalisinya masih saling berunding.

"Jika Rapimgab belum terjadi, artinya masih ada yang belum clear siapa dapat apa, kapan, dan bagaimana. Jika sudah clear semua, Rapimgab pasti cepat," ujarnya kepada Bisnis.com.

Menurut Ujang, pertemuan antara Gerindra dengan PKS beserta progres pemilihan wagub akan berjalan beriringan. Kalau Gerindra-PKS sudah bertemu, artinya deal politik sudah jelas.

Namun, apabila hingga akhir nanti kedua parpol pengusung Anies-Sandi ini tak juga bertemu, artinya ada masalah, sehingga bisa dipastikan hubungan kedua parpol tak akan 'mesra' lagi.

"Kalau PKS merasa Gerindra yang akan unggul [sampai tidak mau bertemu], saat itu hubungan PKS dengan Gerindra sudah jalan masing-masing," tambahnya.

Adapun, Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago memgungkap hal serupa. Kedua parpol memang bisa dikatakan hampir 'pisah ranjang' sejak Pilpres 2019 berakhir. Lebih-lebih, Gerindra akhirnya masuk ke koalisi pemerintah.

Menurutnya, ego PKS masih akan kuat dipertahankan setelah membuat kesalahan memerima 'janji palsu' Gerindra. Sampai-sampai tak membuat kontrak hitam di atas putih janji penyerahan kursi wakil gubernur DKI sepeninggalan Sandiaga Uno tersebut.

Ego Gerindra menjadikan kursi wagub DKI sebagai upaya regenerasi kepemimpinan pun tak kalah kuat. Potensi Riza Patria mendulang basis suara menyongsong Pilpres atau Pilkada berikutnya, jadi motif utama Gerindra.

"Jadi menurut saya ego PKS menginginkan kursi wagub DKI ini betul-betul. Bukan hanya supaya disorot media, atau hanya demi memperkenalkan tokoh barunya Nurmansjah Lubis. Ini benar-benar ingin, kok," ungkap Pangi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dki jakarta, anies baswedan

Editor : Rio Sandy Pradana
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top