Sandiaga Sentil Formula E Diganti Gokart, Itu Serius-serius Santai

Menurut Sandiaga, salah satu cara untuk meredam perpecahan ihwal Formula E ini adalah dengan sosialisasi.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 22 Februari 2020  |  17:00 WIB
Sandiaga Sentil Formula E Diganti Gokart, Itu Serius-serius Santai
Sandiaga Uno

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengklarifikasi sentilannya terkait ajang balap mobil Formula E di Monas.

Sebelumnya ia menggugah foto dengan caption yang menyinggung ajang balap mobil listrik itu di Instagram pribadinya tiga hari lalu. "Itu serius-serius santai sih," ujar Sandiaga Uno di Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2/2020).

Dalam unggahan Instagramnya, Sandiaga mengatakan bahwa "Daripada ribut soal Formula E, mendingan di Jakarta buat balapan Gokart dulu saja nih. Dikemas dengan menarik dan kreatif. Saya yakin nilai ekonominya juga tidak dan malah bisa lebih menjangkau seluruh kalangan. Di Jepang sedang ngetren wisata bermain Gokart menggunakan kostum-kostum lucu. Sebuah peluang usaha baru yang terinspirasi dari sebuah video game. Tadinya saya ingin mencoba, namun diharuskan memiliki SIM internasional atau SIM Jepang," tulis dia.

Atas unggahan itu, Sandiaga menjelaskan bahwa menurutnya niat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan Formula E sebenarnya baik.

Menurut dia, ajang itu dapat menjadi pesan bahwa Jakarta serius melakukan eksplorasi terhadap energi baru dan terbaharukan. Selain itu, ajang balap Formula E dinilai mampu menggeliatkan ekonomi daerah.

"Namun saya melihat memang ada dampak keterpecah belahan di antara kita menanggapi sebuah niat menghadirkan Formula E ini," kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, salah satu cara untuk meredam perpecahan ihwal Formula E ini adalah dengan sosialisasi. Menurut dia, ajang Gokart di Jepang juga melakukan sosialisasi sebagai sebuah atraksi wisata.

Sandiaga Uno pun berharap, ajang Gokart di Jepang bisa dibuat di Jakarta. Menurut dia, balapan itu akan menjadi perhelatan yang besar.

"Menurut saya kalau dikerjakan dengan baik dan disosialisasi dengan baik dengan mendapatkan akseptasi publik yang tinggi juga bisa disupport oleh semua elit baik pemeritah pusat maupun pemerintah daerah, Insyaallah ajang ini akan membawa kesuksesan," kata politikus Partai Gerindra tersebut.

Ajang Formula E sempat menghadapi polemik, khususnya terkait pemilihan tempat sebagai lintasan. Pemilihan Kawasan Medan Merdeka yang mencakup Monas di dalamnya sebagai sirkuit Formula E masih menjadi perdebatan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim sudah menerima rekomendasi untuk menggunakan Monas sebagai lintasan balap. Sementara itu Tim Cagar Budaya membantahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dki jakarta, Formula E Championship

Sumber : Tempo.co

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top