Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Formula E Terdampak Corona: Pengaspalan Ditunda, Pembuatan Barrier Diteruskan

Dampak penundaan ajang balap mobil listrik Formula E berefek domino pada persiapan infrastruktur sirkuit.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 12 Maret 2020  |  14:40 WIB
Denah peta sirkuit Formula E. Foto:istimewa
Denah peta sirkuit Formula E. Foto:istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dampak penundaan ajang balap mobil listrik Formula E berefek domino terhadap persiapan infrastruktur sirkuit.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho memastikan bahwa pengaspalan sirkuit jalan raya Monumen Nasional (Monas) untuk E-Prix Jakarta akan ikut tertunda.

"Ditunda sampai ada momen berikutnya. Kalau kami dari Dinas Bina Marga belum mulai," ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis (12/3/2020).

"Karena begitu kemarin on progres mau persiapan, pada saat [Formula E akan] ditunda masih on progres. Tapi begitu ditunda ya, Alhamdulillah kita belum tandatangan kontrak, jadi tidak ada masalah," tambahnya.

Hari menjelaskan bahwa proses lelang berada di PT Jakarta Propertindo selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditugaskan sebagai penanggung jawab infrastruktur sirkuit.

Nantinya, jadwal pengaspalan akan direncanakan lebih lanjut kenjelang kepastian penyelenggaraan, "begitu adem, komunikasi dengan The Fédération Internationale de l'Automobile [FIA pemegang lisensi Formula E], aman buat penonton, baru bisa [terlaksana]."

Sementara itu, Direktur Utama Jakpro sekaligus Chairman Organizing Committee Jakarta E-Prix Dwi Wahyu Daryoto mengungkap perkembangan infrastruktur yang terus berjalan walaupun Formula E ditunda, yakni pembuatan barrier atau pagar pelindung sirkuit.

Pembuatan barrier yang sudah berjalan sejak 1 Februari 2020, targetnya menghasilkan 40 buah dalam sehari. Artinya, sekitar 1.300 barrier sudah rampung dari target kebutuhan sebanyak 1.500 buah.

"Iya on going. Karena itu bisa digunakan terus. Kita akan simpan di tempat yang proper dan sesuai standarnya," ungkapnya kepada Bisnis.

Dwi menekankan progres berjalan karena aset sirkuit seperti barrier, pagar penonton, atau infrastruktur kelengkapan pelindung sirkuit lain sudah menjadi hak milik Jakpro. Aset ini pun memungkinan digunakan Jakpro untuk penyelenggaraan ajang balap selain Formula E.

Menurut catatan Bisnis, bujet pembuatan dinding dan pagar sirkuit akan menelan biaya Rp48 miliar, sementara safety and race material Rp32 miliar.

Dwi mengungkap progres pengaspalan terkini baru pada taraf uji coba, menjajal metode mengaspal tanpa merusak cobblestone atau batu alam kawasan Monas.

"Uji coba ini dilakukan untuk menguji bahan pelapis mana yang lebih cocok digunakan untuk melindungi cobblestone Monas, apakah geotextile atau sandsheet," ungkapnya.

Nantinya, bujet pembangunan fisik, seperti civil works dan perbaikan jalan raya dianggarkan Rp112 miliar, ditambah pembuatan trek dan jalur balap yang memakan biaya Rp67,2 miliar.

Sementara itu, biaya pre-feasibility study dan research & development telah keluar sebesar Rp5 miliar.

Selain itu, Jakpro juga akan menangani pembayaran untuk personel event, seperti bagian keamanan, pembersihan, pengelolaan sampah, toilet, manajemen lalu lintas, dan perparkiran sebesar Rp10 miliar.

Ditambah honor tim pelaksana lokal terdiri dari 50 orang dengan bujet Rp10 juta per 12 bulan Rp6 miliar dan biaya tak terduga atau nonfinancial sebesar Rp25 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Formula E Championship covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top