Virus Corona, Ibadah Minggu Hingga Nyepi di Jakarta Batasi Perkumpulan Umat

Tokoh-tokoh agama di Ibu Kota sepakat membatasi kegiatan peribadahan berbentuk perkumpulan massa yang berpotensi menularkan pandemi infeksi Virus Corona (Covid-19).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  20:40 WIB
Virus Corona, Ibadah Minggu Hingga Nyepi di Jakarta Batasi Perkumpulan Umat
Umat Katolik melaksanakan misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Selasa (25/12/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Tokoh-tokoh agama di Ibu Kota sepakat membatasi kegiatan peribadahan berbentuk perkumpulan massa yang berpotensi menularkan pandemi infeksi Virus Corona (Covid-19).

Hal ini sesuai kesepakatan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang menjelaskan bahwa pertimbangan terbesar dari kebijakan ini, yakni akibat Jakarta telah menjadi salah satu daerah epicenter virus Corona dengan pertambahan kasus yang signifikan.

"Kemarin di Jakarta ada 160 kasus. Hari ini tadi pagi sudah 208. Pertambahannya sangat cepat dan tidak hanya di kawasan tertentu, tapi semua tempat," ujar Anies, Kamis (19/3/2020) di Balai Kota DKI Jakarta.

"Jika kita tidak melakukan itu, maka membahayakan bagi semua, yang berpotensi terjangkiti begitu banyak dan yang terpapar tak selalu menunjukkan gejala. Jadi, ini kesepakatan yang tadi kita dapatkan dan Insyaallah kita berharap kepada seluruh umat untuk ikut melaksanakan ini sebagai cara kita melindungi saudara sebangsa sekarang," tambahnya.

Mewakili Parisada Hindu Dharma Indonesia (PDHI) DKI Jakarta, I Nengah Dharma mengungkapkan bahwa perkumpulan umat yang biasa dilakukan pada hari raya Nyepi, khususnya Melasti, yang akan diselenggarakan pada tanggal 22 Maret 2020 akan dibatasi.

"Kami batasi hanya untuk wilayah Jakarta Utara yang akan diselenggarakan di Pura Segara Cilincing, Jakarta Utara, Dan itu hanya sekitar 10 orang, tidak banyak orang dan memang kami betul batasi. Sementara untuk tanggal 24 [Maret 2020] pada saat Tawur Agung, itu juga terbatas hanya di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur," jelas I Nengah Dharma.

"Ini pun hanya terbatas sekitar 10 sampai 15 orang untuk melaksanakan Tawur Agung Kesanga yang kita selenggarakan sampai tengah hari. Kemudian setelah itu kami akan menyelenggarakan Sipeng pada tanggal 25 Maret," tambahnya.

Setelah itu, bertepatan dengan hari Nyepi, justru umat Hindu akan berada di rumah. I Nengah Dharma menyebut ajaran sipeng Nyepi melaksanakan Brata penyepian di rumah saja diharapkan ikut membantu ikhtiar Pemprov DKI Jakarta untuk menekan pandemi Covid-19.

Mewakili Wali Umat Budha Indonesia (Walubi) DKI Jakarta, Pendeta Lim, pun mengungkapkan hal serupa. Umat Buddha di DKI Jakarta akan mengikuti kesepakatan dengan untuk mengadakan kebaktian di rumah masing-masing sampai berangsurnya wabah virus Corona.

"Jadi kita akan mengikuti seruan dari Gubernur. Terima kasih. Om Shanti Shanti Shanti. Matur suksma," jelasnya.

Sementara itu, umat Kristiani diwakili Pendeta Manuel Raintung, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Wilayah DKI Jakarta, menjamin penundaan Ibadah Minggu selama dua pekan ke depan hingga pandemi virus Corona menemui titik terang.

"Kami sangat mengharapkan para pimpinan gereja Sinode yang ada di Jakarta, khususnya pimpinan-pimpinan classis, pimpinan distrik, badan perwakilan daerah, musyawarah pelayanan di tingkat DKI, dapat memberikan arahan dan petunjuk-petunjuk untuk kita melakukan upaya membantu Jakarta, membantu Indonesia, membantu dunia agar seluruhnya mengalami keselamatan dibebaskan dari wabah ini," ungkapnya.

Terakhir, perwakilan Keuskupan Agung Jakarta, Romo Suyadi, menjelaskan bahwa tiap umat mesti mengambil bagian dalam rangka mengatasi wabah virus Corona dengan cara mencegah penularan serta menjaga diri di rumah.

"Sebagaimana yang telah dikeluarkan Uskup Agung Jakarta melalui aturan tata cara kehidupan bersama umat Katolik di DKI dan Keuskupan Agung Jakarta, semua peribadatan dan doa-doa diselenggarakan pada pribadi dan di rumah masing-masing. Sehingga semuanya akan mengurangi wabah ini untuk bisa menular lebih jauh," ungkap Romo Suyadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona, covid-19

Editor : Andya Dhyaksa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top