Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Virus Corona, Coba Belanja dari Rumah di Gerai Pasar Jaya

Perumda Pasar Jaya menelurkan langkah belanja alternatif di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19), agar warga tak perlu keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangannya.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  12:37 WIB
Perumda Pasar Jaya menelurkan langkah belanja alternatif di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19), agar warga tak perlu keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangannya. - Instagram@perumdapasarjaya
Perumda Pasar Jaya menelurkan langkah belanja alternatif di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19), agar warga tak perlu keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangannya. - Instagram@perumdapasarjaya

Bisnis.com, JAKARTA - Perumda Pasar Jaya menelurkan langkah belanja alternatif di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19), agar warga tak perlu keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangannya.

Hal ini dilakukan lewat mempublikasi kontak personal para pedagang pasar. Mulai dari pedagang bumbu, daging, sayur-mayur, buah, sembako, lauk, hingga makanan ringan, daftarnya bisa masyarakat lihat di laman resmi pasarjaya.co.id dan sosial media Pasar Jaya.

Manajer Bidang Umum dan Hubungan Masyarakat Perumda Pasar Jaya Gatra Vaganza berharap langkah ini mampu membuat masyarat tetap berada di rumah untuk menerapkan social distancing measure, serta menjaga pasar agar tak menjadi tempat penularan Covid-19.

"Di tengah merebaknya Covid-19 di seluruh wilayah DKI Jakarta, kita mesti menyediakan cara belanja jarak jauh bagi warga yang sedang menerapkan self-quarantine, sehingga tak perlu keluar rumah untuk membeli bahan-bahan pangan penting untuk kebutuhan sehari-hari," ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (27/3/2020).



Setidaknya sudah ada 15 pasar yang dirilis, di antaranya Pasar Kramat Jati, Pondok Labu, Palmerah, Bukit Duri, Koja Baru, Santa, Radio Dalam, Gandaria, Sukapura, Waru, Lontar Kebon Melati, Induk Kramat Jati, Pecah Kulit, Cidodol, dan Cakung.

Warga dan pedagang menyepakati sendiri harga dan pengiriman. Tiap pasar pun akan disediakan hotline atau call center yang buka mulai jam 08.00 sampai 12.00 WIB untuk memudahkan masyarakat yang mencari pedagang tertentu.

Pasar Jaya berharap adanya langkah ini mampu tetap meramaikan perdagangan di pasar-pasar di Jakarta, sembari tetap menerapkan langkah jarak sosial dan memudahkan masyarakat yang tengah menjalani work from home.

Gatra pun berharap pasar-pasar kelolaan Pasar Jaya makin minim interaksi tatap muka untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bagi distributor atau orang yang butuh datang ke pasar pun, kini Pasar Jaya menerapkan prosedur ketat dengan menyediakan bilik disinfektasi.

"Kita akan tambah terus jumlahnya, sampai ada di tiap pasar kelolaan. Terkini, demi menjaga kebersihan dan kesehatan seluruh pengunjung maupun pedagang di Pasar, kita juga lakukan penyemprotan disinfektan secara Rutin pada setiap sudut pasar," tutupnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun berharap langkah-langkah kreatif agar masyarakat tak perlu pergi ke luar rumah untuk memenuhi kebutuhannya.

"Bagaimana pasokan pangan itu bisa menjangkau rumah tangga, bukan pasokan pangan sampai ke pasar. Kalau kondisi normal, kondisi pangan sampai ke pasar induk. Kalau sekarang, sampai ke rumah tangga. Saat isolasi, bagaimana pangan bisa sampai ke setiap rumah yang diisolasi," ujar Anies, Senin (16/3/2020).


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pd pasar jaya Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top