Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona 'Bobol' Seluruh Kecamatan di Jakarta, Apa Solusi Anies?

Kriteria warga berisiko tinggi di antaranya, warga lanjut usia terutama di atas 60 tahun, menderita penyakit diabetes, jantung, penyakit paru, tekanan darah tinggi, dan kanker.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 01 April 2020  |  20:57 WIB
Peta sebaran kasus virus corona Covid-19 di DKI Jakarta. JIBI/Bisnis - Aziz Rahardyan
Peta sebaran kasus virus corona Covid-19 di DKI Jakarta. JIBI/Bisnis - Aziz Rahardyan

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mengarantina atau lockdown wilayah terdampak Covid-19. Kebijakan yang diambil adalah melokalisir daerah 'bersi'h, agar tak 'dibobol' virus corona SARS-CoV-2.

Pada rapat bersama para wali kota administasi dan bupati kabupaten administrasi di wilayah DKI Jakarta, yang diunggah sosial media resmi Pemprov DKI Jakarta, Minggu (29/3/2020), Anies meminta bupati dan para wali kota melokalisir wilayah bersih dari Covid-19 di tingkat RW hingga RT agar tetap bersih dari kasus Covid-19.

"Bagaimana cara membuat tempat-tempat yang bersih ini tidak tertular. Biasa orang menyebut lockdown dan lain-lain, tapi intinya, di tempat yang bersih harus ada kontrol terhadap pergerakan orang," pesannya.

Anies pun membekali jajaran pemkot/pemkab dengan data-data RW yang masih bersih dari kasus. Harapannya, warga RW dan RT di lingkup kecil lebih bersemangat menjaga wilayah bersama-sama.

"Daripada mengumumkan daerah yang merah, orang nanti pasrah. Tapi, kalau daerahnya aman, pilihannya mau tetap aman atau dibiarkan ada yang tertular dan berdampak ke lainnya," ungkap Anies.

"Jadi bapak-bapak, intinya kita mau melakukan lokalisir daerah aman, [untuk] tetap aman. Dengan sendirinya daerah yang sekarang sudah ada masalah nanti dikendalikan tersendiri," jelasnya.

Hal ini terbilang tepat, pasalnya lingkup kecamatan per hari ini sudah 'bobol' seluruhnya. Sementara, di lingkup kelurahan, sudah lebih dari separuh memiliki kasus positif Covid-19, atau minimal memiliki pasien dalam pemantauan (PDP).

Pada rapat itu juga dicari solusi untuk mengatasi masalah distribusi kebutuhan pokok untuk masyarakat di wilayah bersih Covid-19.

Para Wali Kota mengajukan saran metode belanja jarak jauh, atau penyediaan kios-kios portabel yang bisa langsung memenuhi kebutuhan warga di wilayah tersebut.

Selain itu, rapat juga menghasilkan produk kebijakan berupa instruksi agar warga Ibu Kota yang memiliki risiko tinggi tertular Covid-19 diberi perlindungan lebih oleh elemen masyarakat.

Kriteria warga berisiko tinggi di antaranya, warga lanjut usia terutama di atas 60 tahun, menderita penyakit diabetes, jantung, penyakit paru, tekanan darah tinggi, dan kanker.

Caranya adalah dengan menyertakan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Dasa Wisma yang akan dibimbing oleh jajaran pemkot/pemkab, serta Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Diharapkan jajaran elemen masyarakat ini mampu menjaga wilayahnya, dengan cara mengunjungi secara rutin warga yang berisiko tinggi agar tak keluar dari rumah untuk terhindar dari infeksi virus SARS-CoV-2.

Peta Persebaran Covid-19 di Jakarta

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia mengungkap data terkini perkembangan Covid-19 di DKI Jakarta per 1 April 2020.

Pada hari ini, terdapat 51 pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta yang dinyatakan telah sembuh dari total kasus positif sebanyak 794 orang.

Sementara itu, 490 orang pasien masih dalam perawatan di rumah sakit, 166 menjalani self isolation atau isolasi mandiri di rumah, dan 87 orang meninggal dunia.

"Sedangkan yang masih menunggu hasil laboratorium sebanyak 705 orang. Untuk orang dalam pemantauan 2.359 orang, 498 masih dipantau, dan 1.861 sudah selesai dipantau. Pasien dalam pengawasan sebanyak 1.165 orang,798 masih dirawat dan 367 sudah pulang perawatan," jelas Dwi.

 Dwi menambahkan, bahwa tenaga medis yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 berjumlah 84 orang; 1 orang di antaranya meninggal, 2  orang di antaranya sedang hamil.

"Keseluruhan tenaga medis yang positif terinfeksi Covid-19 ini tersebar di 30 rumah sakit dan 1 klinik di Jakarta. Selain itu, ada dua orang dokter spesialis meninggal dunia, berdomisili di Jakarta, namun dari dua rumah sakit di luar Jakarta," jelasnya.

Berdasarkan laman resmi Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 DKI Jakarta di corona.jakarta.go.id, pasien positif Covid-19 tersebar di seluruh kecamatan di DKI Jakarta.

Adapun kelurahan dengan jumlah pasien Covid-19 terbanyak di Pegadungan 19 orang, disusul Senayan 17 orang, Kelapa Gading Timur 15 orang, Tomang 13 orang, Kebon Jeruk 13 orang, Kalideres 11 orang.

Berikut perincian data persebarannya di seluruh wilayah DKI Jakarta:

 Jakarta Utara

Cilincing: Rorotan 1, Sukapura 4, Kalibaru 1

Kelapa Gading: Kelapa Gading Timur 15, Kelapa Gading Barat 6, Pegangsaan Dua 4,

Koja: Tugu Utara 3, Tugu Selatan 1,

Pademangan: Ancol 1, Pademangan Barat 3

Penjaringan: Kamal Muara 1, Pluit 7, Pejagalan 1

Tanjung Priok: Kebon Bawang 1, Sungai Bambu 2, Sunter Agung 8, Sunter Jaya 2

Jakarta Pusat

Cempaka Putih: Cempaka Putih Barat 3, Rawasari 2

Gambir: Cideng 1, Duri Pulo 1, Petojo Utara 2,

Johar Baru: Kampung Rawa 3, Johar Baru 4, Tanah Tinggi 1,

Kemayoran: Kebon Kosong 4, Utan Panjang 1, Harapan Mulya 1, Gunung Sahari Selatan 1

Menteng: Menteng 3, Gondangdia 1, Pegangsaan 2

Sawah Besar: Gunung Sahari Utara 2, Pasar Baru 2

Senen: Kenari 1, Bungur 1, Paseban 2

Tanah Abang: Kebon Melati 1, Bendungan Hilir 2, Gelora 2

Jakarta Timur

Cakung: Ujung Menteng 3, Cakung Timur 2, Pulo Gebang 2, Penggilingan 5

Duren Sawit: Duren Sawit 10, Pondok Kopi 3, Pondok Kelapa 5, Malaka Sari 1, Klender 3, Pondok Bambu 3

Pulo Gadung: Jati 3, Pulo Gadung 1, Kayu Putih 3, Cipinang 2, Rawamangun 3, Pisangan Timur 3,

Matraman: Kayu Manis 3, Pisangan Baru 3, Utan Kayu Selatan 3,

Cipayung: Setu 1, Munjul 1, Pondok Ranggon 2, Cilangkap 1, Lubang Buaya 1, Bambu Apus 1,

Ciracas: Cibubur 1, Ciracas 2,

Jatinegara: Cipinang Muara 3, Cipinang Besar Utara 3, Cipinang Cempedak 1, Bali Mester 2, Bidara Cina 2,

Kramat Jati: Cawang 3, Tengah 1, Batu Ampar 6, Bale Kambang 1, Kramat Jati 1, Dukuh 1

Makasar: Cipinang Melayu 2, Halim Perdana Kusuma 7, Pinang Ranti 1, Kebon Pala 2,

Pasar Rebo: Kalisari 3, Cijantung 2, Pekayon 1, Baru 1

Jakarta Barat

Kalideres: Kalideres 11, Kamal 1, Pegadungan 19, Tegal Alur 3

Cengkareng: Kapuk 1, Kedaung Kali Angke 1, Cengkareng Barat 1, Cengkareng Timur 3, Duri Kosambi 3

Kembangan: Joglo 2, Kembangan Selatan 2
Kembangan Utara 4, Meruya Utara 2
Meruya Selatan 1, Srengseng 8

Kebon Jeruk: Duri Kepa 7, Kebon Jeruk 13, Kedoya Selatan 4, Kedoya Utara 2, Sukabumi Selatan 3, Sukabumi Utara 1, Kelapa Dua 4

Grogol Petamburan: Grogol 1, Jelambar 5, Jelambar Baru 2, Tanjung Duren Utara 2, Tanjung Duren Selatan 2, Tomang 13, Wijaya Kusuma 1

Palmerah: Jati Pulo 2, Kota Bambu Utara 3, Kemanggisan 1, Palmerah 4, Slipi 1

Taman Sari: Glodok 1

Tambora: Jembatan Besi 1


Jakarta Selatan

Jagakarsa: Srengseng Sawah 1, Jagakarsa 3, Ciganjur 1, Tanjung Barat 6, Cipedak 1

Pasar Minggu: Pejaten Timur 3, Pejaten Barat 2, Pasar Minggu 2, Jati Padang 1, Kebagusan 2, Ragunan 1, Cilandak Timur 2

Cilandak: Cilandak Barat 10, Pondok Labu 3, Lebak Bulus 7, Cipete Selatan 2

Kebayoran Baru: Pulo 1, Melawai 1, Petogogan 1, Rawa Barat 5, Selong 1, Senayan 17, Gandaria Utara 2, Gunung 1, Kramat Pela 1

Kebayoran Lama: Pondok Pinang 9, Kebayoran Lama Selatan 3, Kebayoran Lama Utara 3, Cipulir 2, Grogol Utara 2, Grogol Selatan 3

Pesanggrahan: Ulujami 3, Petukangan Selatan 3, Petukangan Utara 2, Pesanggrahan 3, Bintaro 5

Mampang Prapatan: Bangka 7, Pela Mampang 2

Pancoran: Duren Tiga 2, Pancoran 2, Rawajati 1, Kalibata 1

Tebet: Bukit Duri 4, Tebet Timur 5, Tebet Barat 4, Menteng Dalam 4, Kebon Baru 1

Setiabudi: Pasar Manggis 3, Guntur 1, Karet 1, Karet Kuningan 4, Karet Semanggi 2, Menteng Atas 1


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top