Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tren Kasus Covid-19 Naik, PSBB Tahap II di Jakarta Belum Efektif

Walaupun masa penerapan pembatasasn sosial berskala besar (PSBB) tahap dua sudah berlangsung di Jakarta, namun kasus Covid-19 cenderung naik.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  15:31 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah kasus positif Covid-19 terus bertumbuh secara eksponensial. Pada hari ini, Senin (4/5/2020), jumlah kasus positif di Ibu Kota telah menyentuh level 4.472 kasus.

Angka tersebut naik 27,55 persen atau 966 kasus sejak akhir masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap I pada 23 April 2020. Dengan kata lain, penyebaran Covid-19 terus terjadi di Ibu Kota walau PSBB sudah berjalan selama kurang leih 25 hari sejak 9 April 2020.

Jumlah kasus positif tersebut terbagi menjadi empat bagian, yakni dirawat di rumah sakit (2.080), isolasi mandiri (1.330), sembuh (650), dan meninggal (412). Adapun, tren kasus pasien sembuh terus berlanjut hari ini atau setidaknya naik 122,6 persen sejak akhir masa PSBB tahap I.

Akan tetapi, pasien yang mengalami gejala Covid-19 ringan dan sedang naik 49,77 persen dari akhir masa PSBB tahap I di level 888 kasus. Sementara itu, pasien yang dirawat di rumah sakit hanya bertambah sekitar 70 orang selama 11 hari terakhir.

Adapun, tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) Covid-19 di Ibu Kota pada hari ini masih stabil di level 9,20 persen atau leih tinggi dari CFR nasional maupun global yang masing-masing berada di sekitar level 7,66 persen dan 2 persen.

Di samping itu, jumlah titik kelurahan yang memiliki kasus positif meningkat lebih dari lima kali lipat atau sebanyak 49,2 persen selama PSBB tahap II berjalan hingga hari ini menjadi 3.363 titik.

Adapun, jumlah titik kasus positif yang lokasinya belum diketahui turun 11,42 persen menjadi 1.109 titik. Dengan kata lain, pelacakan posisi pasien Covid-19 meningkat tipis pada PSBB tahap II.

Volume orang dalam pengawasan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) tidak kalah tinggi dari realisasi akhir masa PSBB tahap I. Jumlah ODP di DKI Jakarta meningkat 54,41 persen menjadi 8.987 orang, sedangkan PDP naik 18,84 persen menjadi 6.213 kasus.

Dengan kata lain, pergerakan orang yang masuk ke kawasan Ibu Kota atau orang yang berinteraksi dengan pengidap Covid-19 bertambah 3.167 orang selama 11 hari terakhir. Adapun, setidaknya ada tambahan sebanyak 985 pasien di rumah sakit yang masih menunggu hasil tes Covid-19 atau belum menerima tes Covid-19 selama PSBB tahap II berjalan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyampaikan bahwa dari aspek kesehatan, belum tampak adanya penurunan kasus positif Covid-19 yang konsisten sehingga PSBB masih perlu berlanjut sampai Jakarta betul-betul 'merdeka' dari Covid-19.

"Meskipun beberapa hari ini terlihat ada penurunan, ini tidak boleh diartikan sebagai PSBB-nya kendor. Harus lebih disiplin dan lebih ketat karena masih ditemukan kasus-kasus positif di masyarakat," ungkapnya.

Anies mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya memperketat aturan-aturan turunan PSBB, bahkan membuat regulasi khusus terkait pergerakan masyarakat keluar-masuk Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top