Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Covid-19 DKI Jakarta: Penambahan Kasus Baru Positif Melambat

Kasus baru positif Covid-19 di DKI bertambah 61 orang sehingga totalnya menjadi 6.689 orang.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  16:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Riza Patria, Kamis (16/4/2020), di Balai Kota DKI. - Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Riza Patria, Kamis (16/4/2020), di Balai Kota DKI. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat volume penambahan kasus baru berhasil dijaga pada hari ini, Selasa (26/5/2020).

Penambahan kasus positif baru pada hari ini berhasil dijaga lebih rendah dari hari kemarin atau sebanyak 61 orang. Angka tersebut naik tipis 0,92 persen dari hari sebelumnya menjadi 6.689 orang.

Adapun, volume pasien yang dirawat pertama kalinya pada bulan ini tidak berubah atau tetap di angka 2.044 orang. Selama 30 hari terakhir, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit cenderung berfluktuasi.

Sementara itu, volume pasien dengan gejala ringan yang melakukan isolasi mandiri bertambah 29 orang menjadi 2.459 orang. Pada bulan ini, total pasien yang melakukan isolasi mandiri telah bertambah 1.191 orang atau naik 93.92 persen dari realisasi bulan lalu.

Di samping itu, jumlah pasien sembuh hari ini bertambah 30 orang atau naik 1,82 persen dari hari sebelumnya. Penambahan pasien sembuh hari ini membuat rasio kasus sembuh Covid-19 naik 22 basis poin (bps) menjadi 25,08 persen.

Hingga hari ini, pasien Covid-19 yang meninggal bertambah 2 orang menjadi 508 orang. Secara total, pasien Covid-19 yang meninggal pada bulan ini bertambah 127 orang atau naik 32,31 persen dari realisasi akhir bulan lalu sebanyak 381 orang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat penambahan pasien meninggal selama 5 hari terakhir berhasil di tekan di bawah 1 persen. Hal tersebut membuat rasio kasus Covid-19 yang meninggal terjaga di sekitar level 7 persen.

Di sisi lain, PT Bonza Teknologi Indonesia mengkalkulasikan bahwa effective reproduction number (Rt) di Ibu Kota pada Senin (25/5/2020) berada di posisi 0,99. Artinya, seorang pasien Covid-19 di Jakarta memiliki potensi penularan kurang dari satu orang lainnya.

Seperti diketahui, R0 Covid-19 secara global lebih dari angka 5,0. Dengan kata lain, seorang pasien Covid-19 berpotensi menularkan ke 5 orang lainnya selama 14 hari masa inkubasi SARS-CoV-2.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 2 pekan ke depan merupakan pekan penentuan. Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, akan menentukan kelanjutan PSBB di Ibu Kota berdasarkan angka yang timbul salama 2 pekan tersebut.

"Apakah ini PSBB penghabisan atau PSBB-nya harus diperpanjang sangat tergantung angka-angka epidemiologi [selama 2 pekan ini]. Para ahli [epidemiologi] saat ini terus mengumpulkan semua data dan memantau," katanya.

Anies berharap agar masyarakat DKI Jakarta tidak lengah dalam melakukan PSBB. Menurutnya, masyarakat di Ibu Kota dapat mulai melakukan transisi ke arah keadaan normal baru setelah PSBB usai jika posisi reproduction number Covid-19 dibawah 1,0.

Lebih lanjut, dia menyatakan pihaknya akan mengumumkan protokol beraktivitas dalam kenormalan baru jika angka epidemiologi pada akhir pekan ini sesuai target. Jika tidak, ujarnya, PSBB akan terpaksa diperpanjang.

"Yang menentukan PSBB diperpanjang atau tikda bukan pemerintah [atau] ahli epidemiologi. Yang menentukan perilaku seluruh masyarakat di wilayah PSBB," ungkap Anies.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top